This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 20 Desember 2013

Golongan Darah Langka Golongan Darah Paling Langka di Dunia, Parabombay Salah Satunya


Berdasarkan antigen yang dimilikinya, darah memiliki 4 golongan yang terkenal yakni A, B, AB, atau O. Namun pada kasus tertentu, seseorang bisa dilahirkan dengan golongan darah langka di luar keempat golongan tersebut.

Beberapa contoh golongan darah yang dikategorikan langka adalah sebagai berikut,

   1. Golongan Darah Rhesus Negatif

Rhesus adalah sebuah penggolongan atas ada atau tidaknya substansi antigen-D pada darah. Rhesus positif berarti ditemukan antigen-D dalam darah dan rhesus negatif berarti tidak ada antigen-D.

Umumnya, Rhesus posistif dimiliki oleh bangsa Asia. Sementara Rhesus negatif dimiliki oleh bangsa Eropa.

  2. Golongan Darah Parabombay

Dikutip dari ncbi.nlm.nih.gov, situs resmi dari National Center for Biotechnology Information Amerika Serikat, kasus orang dengan golongan darah yang langka pertama kali ditemukan di India. Nama parabombay pun diambil dari Bombay (sekarang Mumbai), nama kota tempat pertama kali kasus tersebut ditemukan.

Dr dr Yuyun Soedarmono, MSc, Direktur Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan bahwa golongan darah parabombay sangat langka donornya di Indonesia.

"Donor yang terdaftar hanya satu orang," ujarnya.
   
   3. Golongan Darah Vel

Bermula pada suatu kasus di tahun 1952, seorang wanita berusia 66 tahun di New York menderita kanker usus besar. Pasien tersebut mendapatkan transfusi darah namun tanpa diduga mengalami penolakan dan berpotensi fatal. Para peneliti menggunakan nama belakang si pasien untuk mengingat kasusnya, yaitu kasus pasien Vel.

Kebanyakan orang di dunia memiliki golongan darah Vel-positif. Diperkirakan ada lebih dari 200.000 orang di Eropa dan lebih dari 100.000 di Amerika Utara yang memiliki golongan darah Vel-negatif. Pada 1 dari 2.500 orang keturunan Eropa yang memiliki Vel negatif lalu menerima transfusi Vel positif, tubuhnya akan mengalami gagal ginjal dan kematian dengan mudah..

"Dasar molekuler dari golongan darah Vel negatif tetap sulit dipahami selama lebih dari 60 tahun, meskipun upayanya cukup intens di seluruh dunia," kata peneliti, Bryan Ballif, seorang ahli biokimia dan spectrometrist massa di University of Vermont, seperti dilansir LiveScience (1/4/2013).

  4. Golongan Darah Langereis (LAN) dan Junior (JR)

Menurut para peneliti, sebagian besar manusia memiliki golongan darah LAN positif atau JR positif. Hanya sebagian kecil yang memiliki golongan darah JR negatif atau LAN negatif, terutama sekali sering ditemukan di wilayah tertentu seperti Jepang.

Menurut penelitian, orang-orang dengan golongan LAN negatif dan JR negatif cenderung sulit mengeluarkan sisa metabolisme obat kanker.

"Penemuan 2 jenis golongan darah ini penting dalam menentukan pengobatan. Kami ingin semua orang tahu golongan darahnya sedetail mungkin untuk mengantisipasi efek samping," kata salah seorang peneliti, Dr Lionel Arnaud dari University of Vermont seperti dikutip dari Menshealth.com.

Golongan Darah Langka Ini Pentingnya Cross Match Golongan Darah Sebelum Transfusi


Berkembangnya ilmu kedokteran memungkinkan terjadinya transfusi darah dari satu orang ke orang lain. Transfusi darah dilakukan jika pasien mengalami kekurangan darah yang banyak, sehingga membutuhkan darah baru dalam waktu cepat.

Namun sebelum mentransfusi darah Anda, ada baiknya anda mengenali golongan darah anda terlebih dahulu. Prof DR dr Karmel L Tambunan,SpPD, KHOM, SACTH dari Rumah Sakit PGI Cikini Jakarta mengatakan bahwa golongan darah dikenali berdasarkan antigen yang ada permukaan sel darah merah.

"Golongan darah A berarti antigennya A, golongan darah B antigennya B, kalau AB berarti ada dua-duanya A dan B, dan O berarti tidak ada antigennya," ujarnya ketika dihubungi detikHealth pada Jumat (20/12/2013)

Namun pada kasus-kasus tertentu ada proses transfusi yang cross-match atau uji silangnya tidak cocok. Hal itu mengakibatkan ditemukannya golongan darah lain selain A, B, AB, dan O.

"Jadi ada yang namanya vel, nah vel itu juga sama seperti rhesus. Ada yang negatif ada yang positif," lanjutnya.

Jika melakukan transfusi darah pada golongan darah vel positif ke vel negatif, dikatan Prof Karmel bahwa hal tersebut dapat menyebabkan kontradiksi yang berbahaya seperti gagal ginjal dan kematian.

Direktur Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) Dr dr Yuyun Soedarmono, MSc, mengakui efek samping transfusi memang bermacam-macam tapi pada dasarnya bisa diatasi. Sebab, sebelumnya juga sudah dilakukan uji kecocokan darah penerima dengan pendonor.

dr Yuyun mengatakan sebenarnya di Indonesia ada prosedur untuk menghindari terjadinya efek samping akibat transfusi darah. Dan karenanya, biaya yang dibutuhkan untuk transfusi pun akan lebih banyak.

"Sebelum transfusi kita kurangi jumlah sel darah putih dalam darahnya pendonor karena biasanya yang menimbulkan reaksi itu antigen dari sel darah putih," papar dr Yuyun.