Berdasarkan antigen yang dimilikinya, darah memiliki 4 golongan yang terkenal yakni A, B, AB, atau O. Namun pada kasus tertentu, seseorang bisa dilahirkan dengan golongan darah langka di luar keempat golongan tersebut.
Beberapa contoh golongan darah yang dikategorikan langka adalah sebagai berikut,
Beberapa contoh golongan darah yang dikategorikan langka adalah sebagai berikut,
1. Golongan Darah Rhesus Negatif
Rhesus adalah sebuah penggolongan atas ada atau tidaknya substansi antigen-D pada darah. Rhesus positif berarti ditemukan antigen-D dalam darah dan rhesus negatif berarti tidak ada antigen-D.
Umumnya, Rhesus posistif dimiliki oleh bangsa Asia. Sementara Rhesus negatif dimiliki oleh bangsa Eropa.
Umumnya, Rhesus posistif dimiliki oleh bangsa Asia. Sementara Rhesus negatif dimiliki oleh bangsa Eropa.
2. Golongan Darah Parabombay
Dikutip dari ncbi.nlm.nih.gov, situs resmi dari National Center for Biotechnology Information Amerika Serikat, kasus orang dengan golongan darah yang langka pertama kali ditemukan di India. Nama parabombay pun diambil dari Bombay (sekarang Mumbai), nama kota tempat pertama kali kasus tersebut ditemukan.
Dr dr Yuyun Soedarmono, MSc, Direktur Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan bahwa golongan darah parabombay sangat langka donornya di Indonesia.
"Donor yang terdaftar hanya satu orang," ujarnya.
Dr dr Yuyun Soedarmono, MSc, Direktur Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan bahwa golongan darah parabombay sangat langka donornya di Indonesia.
"Donor yang terdaftar hanya satu orang," ujarnya.
3. Golongan Darah Vel
Bermula pada suatu kasus di tahun 1952, seorang wanita berusia 66 tahun di New York menderita kanker usus besar. Pasien tersebut mendapatkan transfusi darah namun tanpa diduga mengalami penolakan dan berpotensi fatal. Para peneliti menggunakan nama belakang si pasien untuk mengingat kasusnya, yaitu kasus pasien Vel.
Kebanyakan orang di dunia memiliki golongan darah Vel-positif. Diperkirakan ada lebih dari 200.000 orang di Eropa dan lebih dari 100.000 di Amerika Utara yang memiliki golongan darah Vel-negatif. Pada 1 dari 2.500 orang keturunan Eropa yang memiliki Vel negatif lalu menerima transfusi Vel positif, tubuhnya akan mengalami gagal ginjal dan kematian dengan mudah..
"Dasar molekuler dari golongan darah Vel negatif tetap sulit dipahami selama lebih dari 60 tahun, meskipun upayanya cukup intens di seluruh dunia," kata peneliti, Bryan Ballif, seorang ahli biokimia dan spectrometrist massa di University of Vermont, seperti dilansir LiveScience (1/4/2013).
Kebanyakan orang di dunia memiliki golongan darah Vel-positif. Diperkirakan ada lebih dari 200.000 orang di Eropa dan lebih dari 100.000 di Amerika Utara yang memiliki golongan darah Vel-negatif. Pada 1 dari 2.500 orang keturunan Eropa yang memiliki Vel negatif lalu menerima transfusi Vel positif, tubuhnya akan mengalami gagal ginjal dan kematian dengan mudah..
"Dasar molekuler dari golongan darah Vel negatif tetap sulit dipahami selama lebih dari 60 tahun, meskipun upayanya cukup intens di seluruh dunia," kata peneliti, Bryan Ballif, seorang ahli biokimia dan spectrometrist massa di University of Vermont, seperti dilansir LiveScience (1/4/2013).
4. Golongan Darah Langereis (LAN) dan Junior (JR)
Menurut para peneliti, sebagian besar manusia memiliki golongan darah LAN positif atau JR positif. Hanya sebagian kecil yang memiliki golongan darah JR negatif atau LAN negatif, terutama sekali sering ditemukan di wilayah tertentu seperti Jepang.
Menurut penelitian, orang-orang dengan golongan LAN negatif dan JR negatif cenderung sulit mengeluarkan sisa metabolisme obat kanker.
"Penemuan 2 jenis golongan darah ini penting dalam menentukan pengobatan. Kami ingin semua orang tahu golongan darahnya sedetail mungkin untuk mengantisipasi efek samping," kata salah seorang peneliti, Dr Lionel Arnaud dari University of Vermont seperti dikutip dari Menshealth.com.
Menurut penelitian, orang-orang dengan golongan LAN negatif dan JR negatif cenderung sulit mengeluarkan sisa metabolisme obat kanker.
"Penemuan 2 jenis golongan darah ini penting dalam menentukan pengobatan. Kami ingin semua orang tahu golongan darahnya sedetail mungkin untuk mengantisipasi efek samping," kata salah seorang peneliti, Dr Lionel Arnaud dari University of Vermont seperti dikutip dari Menshealth.com.








0 komentar:
Posting Komentar