This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Paranggupito. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paranggupito. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Desember 2013

Golongan Darah Langka Golongan Darah Paling Langka di Dunia, Parabombay Salah Satunya


Berdasarkan antigen yang dimilikinya, darah memiliki 4 golongan yang terkenal yakni A, B, AB, atau O. Namun pada kasus tertentu, seseorang bisa dilahirkan dengan golongan darah langka di luar keempat golongan tersebut.

Beberapa contoh golongan darah yang dikategorikan langka adalah sebagai berikut,

   1. Golongan Darah Rhesus Negatif

Rhesus adalah sebuah penggolongan atas ada atau tidaknya substansi antigen-D pada darah. Rhesus positif berarti ditemukan antigen-D dalam darah dan rhesus negatif berarti tidak ada antigen-D.

Umumnya, Rhesus posistif dimiliki oleh bangsa Asia. Sementara Rhesus negatif dimiliki oleh bangsa Eropa.

  2. Golongan Darah Parabombay

Dikutip dari ncbi.nlm.nih.gov, situs resmi dari National Center for Biotechnology Information Amerika Serikat, kasus orang dengan golongan darah yang langka pertama kali ditemukan di India. Nama parabombay pun diambil dari Bombay (sekarang Mumbai), nama kota tempat pertama kali kasus tersebut ditemukan.

Dr dr Yuyun Soedarmono, MSc, Direktur Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan bahwa golongan darah parabombay sangat langka donornya di Indonesia.

"Donor yang terdaftar hanya satu orang," ujarnya.
   
   3. Golongan Darah Vel

Bermula pada suatu kasus di tahun 1952, seorang wanita berusia 66 tahun di New York menderita kanker usus besar. Pasien tersebut mendapatkan transfusi darah namun tanpa diduga mengalami penolakan dan berpotensi fatal. Para peneliti menggunakan nama belakang si pasien untuk mengingat kasusnya, yaitu kasus pasien Vel.

Kebanyakan orang di dunia memiliki golongan darah Vel-positif. Diperkirakan ada lebih dari 200.000 orang di Eropa dan lebih dari 100.000 di Amerika Utara yang memiliki golongan darah Vel-negatif. Pada 1 dari 2.500 orang keturunan Eropa yang memiliki Vel negatif lalu menerima transfusi Vel positif, tubuhnya akan mengalami gagal ginjal dan kematian dengan mudah..

"Dasar molekuler dari golongan darah Vel negatif tetap sulit dipahami selama lebih dari 60 tahun, meskipun upayanya cukup intens di seluruh dunia," kata peneliti, Bryan Ballif, seorang ahli biokimia dan spectrometrist massa di University of Vermont, seperti dilansir LiveScience (1/4/2013).

  4. Golongan Darah Langereis (LAN) dan Junior (JR)

Menurut para peneliti, sebagian besar manusia memiliki golongan darah LAN positif atau JR positif. Hanya sebagian kecil yang memiliki golongan darah JR negatif atau LAN negatif, terutama sekali sering ditemukan di wilayah tertentu seperti Jepang.

Menurut penelitian, orang-orang dengan golongan LAN negatif dan JR negatif cenderung sulit mengeluarkan sisa metabolisme obat kanker.

"Penemuan 2 jenis golongan darah ini penting dalam menentukan pengobatan. Kami ingin semua orang tahu golongan darahnya sedetail mungkin untuk mengantisipasi efek samping," kata salah seorang peneliti, Dr Lionel Arnaud dari University of Vermont seperti dikutip dari Menshealth.com.

Rabu, 06 November 2013

Obat Palsu Beredar di Mana Saja?


Bagi pasien penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, minum obat seumur hidup menjadi keharusan untuk 'menyambung' nyawa. Sayangnya, ada saja oknum tak bertanggung jawab yang memalsukan obat-obat penting tersebut. Bukannya mengobati, obat palsu justru dapat memberikan bahaya lain. Lantas di mana saja obat palsu sering beredar?

Suatu obat dikatakan palsu bila tidak memiliki izin edar atau nomor izin edar tidak sesuai dengan sesuai dengan yang terdaftar di Badan POM. Bila sudah terbiasa mengonsumsi, maka obat palsu dapat dikenali dari bentuk, warna, rasa atau tekstur obat dan kemasannya yang tidak seperti biasanya, serta tidak mencantumkan nama dan alamat produsen.

"Palsu itu namanya sama, meniru merek yang ada. Lalu nama belum terdaftar di badan POM, itu bisa dikatakan ilegal juga. Isi obatnya juga tidak sesuai yang tertera di tabel," ujar Dra. A Retno Tyas Utami, Apt, M.Epid, Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA BPOM, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (6/11/2013).

Menurut Retno, obat-obat palsu tersebut kini banyak dijumpai pada penjualan 'door to door' atau penjual obat keliling, yang bisa ditelepon untuk pemesanan, tapi tidak jelas asal-usul obatnya. Obat yang dijual secara online juga patut diwaspadai, karena sebenarnya di Indonesia tidak diizinkan adanya farmasi online atau dagang obat secara online.

"Apotek bisa kemasukan obat palsu kalau tidak tertib. Maka dari itu kita sangat menghimbau supaya apotek-apotek membeli barang dari pedagang besar yang resmi," tambah Retno.

Tidak tertib artinya apotek mengambil pasokan obat bukan dari sumber resmi yaitu pedagang besar farmasi yang memiliki izin. Karena itu, lanjut Retno, apotek tidak diperbolehkan membeli obat dari orang atau pedagang obat yang tidak jelas.

"Kita beri edukasi kepada organisasi profesi termasuk Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Namun hanya saja sekarang itu banyak apotek yang punya lebih kuasa, tapi menurut saya itu menjadi tanggung jawab apoteker untuk lihat barang yang dipasok," tutupnya.

Sumber : Detik Health

Jangan Tergiur Harga Murah, Ini Efeknya Menggunakan Obat Palsu



Memasukkan zat apapun ke dalam tubuh jika dosis dan kandungannya tidak tepat bisa menimbulkan efek berbahaya, termasuk obat. Efek ini tentu akan semakin buruk jika obat yang diminum justru palsu. Apa saja yang bisa diakibatkan jika tanpa disadari mengonsumsi obat palsu?

"Bahaya pakai obat palsu itu pasti enggak sembuh penyakitnya, kalau udah jadi racun di tubuh bisa menimbulkan efek komplikasi dan penyakitnya bisa makin parah," ujar Dra A. Retno Tyas Utami, Apt, M.Epid, Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (6/11/2013).

Oleh sebab itu, menurutnya apoteker memiliki tugas penting untuk mewaspadai setiap obat yang didistribusikan ke apoteknya. Apoteker harus bisa memastikan dari sumber mana saja obat tersebut datang agar bisa dipertanggung jawabkan. Selain itu, apoteker juga harus melakukan praktik kefarmasian, di antaranya mengecek tanggal kedaluwarsa. 

"Kalau sudah dekat (tanggal kedaluwarsa) segera kembalikan ke distributornya, kalau pedagang resmi dia mau kok dikembalikan obatnya," tutur Retno.

Sependapat dengan Retno, Drs M. Dani Pratomo, MM, Apt, Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), menegaskan bahwa apotek harus mengikuti prosedur dari Kemenkes RI. Di mana pengadaan obat harus dilakukan dengan membeli di sumber resmi agar apotek bisa meminta tanggung jawab jika ada keluhan dari konsumen.

Widyaretna Buenastuti, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), menegaskan kepadadetikHealth bahwa penggunaan obat palsu sangat berbahaya bagi kesehatan. Ia menganjurkan masyarakat membeli obat hanya di apotik, meskipun ia sendiri mengakui apotik masih bisa kecolongan obat palsu.

"Ibaratnya rumah sudah digembok kan masih bisa juga kemalingan, sama seperti itu. Apalagi proses distribusi obat itu kan panjang ya, makanya bisa saja dari 5 boks obat ada 1 yang diganti dengan obat palsu. Yang pasti itu dilakukan oleh oknum yang ingin dapat untung," terang Widya.

Lantas apa sebenarnya efek buruk penggunaan obat palsu bagi tubuh? Menurut Dani, penggunaan obat palsu 1 kali mungkin tak ada efeknya. Lain halnya jika penggunaannya berkali-kali. Bisa saja penyakitnya tidak sembuh, misalnya pasien hipertensi atau diabetes. Kadar darah tinggi atau gula darah akan terus meningkat atau bahkan merembet pada masalah kesehatan lainnya, bergantung dari zat apa yang dipakai.

Banyak orang lebih memilih untuk tetap membeli obat di kios pinggir jalan karena tergiur harganya yang lebih murah. Padahal harga yang murah tak menjamin kualitas obat tersebut. 

"Saya himbau masyarakat jangan tergiur harga murah. Hanya memperhitungkan beda harga beberapa ribu tapi nanti akibat yang ditimbulkan justru bikin kita bisa mengeluarkan uang lebih banyak dari beda harga itu tadi. Ada obat asli harganya Rp 10 ribu, lalu ada yang jual Rp 5 ribu dibeli tapi nanti sakit berobat sampai ratusan ribu kan jatuhnya lebih mahal yang palsu," tutur Widya.

Sumber : Detik Health

Obat Rusak Padahal Belum Kedaluwarsa? Ini Penyebabnya


Sebagian orang kerap memiliki kebiasaan menyimpan obat. Hal itu memang sah-sah saja dilakukan apalagi jika obat tersebut belum kedaluwarsa. Tapi jangan salah, ada juga lho obat yang sudah rusak dan tak layak pakai meskipun belum memasuki tanggal kedaluwarsa.

Menurut Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dra. A Retno Tyas Utami, Apt, M.Epid, obat yang belum kedaluwarsa tapi sudah rusak bisa disebabkan karena cara penyimpanannya yang tidak sesuai.

"Penyimpanannya nggak sesuai aturan, bukan di suhu ruangan tapi di suhu panas yang kena matahari langsung. Kena hujan juga bisa bikin lebih cepat rusak. Fisiknya juga sudah berubah bisa dilihat dari warnanya misal yang tadinya putih jadi kuning," papar Retno dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis Rabu (6/11/2013).

Pernyataan Retno diamini Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Drs M. Dani Pratomo, MM, Apt. Ia menuturkan stabilitas obat memang dipengaruhi cara penyimpanannya. Meskipun tertera tanggal kedaluwarsanya masih dua tahun lagi, tapi obat bisa saja rusak.

"Misalnya obat batuk sudah dikonsumsi, terus dibiarkan lalu warna dan baunya berubah itu sudah indikasi bahwa obatnya rusak. Oleh karena itu untuk penyimpanan, perhatikan petunjuknya" kata Dani.

Sebaiknya, simpan obat di suhu ruangan, jangan di tempat yang terkena matahari langsung. Hal itu bisa menurunkan kandungan obat. Akibatnya, obat tidak bisa bekerja sesuai dengan khasiat yang diinginkan.

Selain karena cara penyimpanan yang tak sesuai petunjuk, obat juga dinyatakan rusak ketika sudah memasuki tanggal kadaluwarsa. Oleh karena itu, menurut Retno penting bagi konsumen untuk rutin mengecek tanggal kadaluwarsa obat yang disimpan.

"Kalau obat kedaluwarsa sudah pasti rusak maka sebaiknya dibuang saja. Karena sudah terjadi penurunan kandungan obat sehingga dosisnya tidak akurat lagi dan efek terapinya tidak maksimal, justru bisa menimbukkan efek lain seperti mual dan iritasi sebagai bentuk penurunan dari reaksi metabolisme obat tadi," jelas Retno.

Hal ini diamini Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), Widyaretna Buenastuti. "Kalau obat rusak sudah pasti khasiatnya tidak sama dan bisa jadi racun. Sedangkan obat yang expired sudah pasti khasiat, keamanan, dan kualitasnya sudah turun. Maka dari itu kenapa obat harus ada tanggal kedaluwarsanya," kata Widya.

Sumber : Detik Health

Segera Buang Obat Anda Jika Temukan Ciri-ciri Begini pada Obat


Niat hati ingin sembuh malah sakit makin parah gara-gara beli obat palsu ataupun obat yang sudah rusak tapi tetap beredar di pasaran. Tak ada solusi lain selain waspada dan tahu caranya mengenali obat palsu dan obat rusak.

Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dra A. Retno Tyas Utami, Apt, M.Epid., memaparkan ciri-ciri obat rusak. "Kapsul ciri-cirinya kalau sudah lembek atau lengket saling menempel gitu bisa. Dia itu kan pembungkusnya dari gelatin yang rentan udara dan gampang rusak, ada kelembaban maka airnya akan meresap ke gelatin itu sehingga kapsulnya jadi lembek."

Sedangkan untuk obat berbentuk salep, warna dan baunya berubah, bisa juga campuran komposisinya yang mulai terlihat seperti terpisah atau mengeras.

Menurut Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Drs M. Dani Pratomo, MM, Apt., salep yang rusak bisa saja disebabkan karena penggunanya cenderung menutup salep tidak terlalu rapat sehingga udara mudah masuk dan hal itu mempercepat proses oksidasi serta menurunkan kualitas salep menjadi lebih cepat.

Begitu pun dengan puyer yang juga tergolong sebagai obat campur atau terdiri atas beberapa komposisi bahan tertentu. Jika rusak, warnanya pun cenderung berubah. "Jadi kalau nggak habis sebaiknya dibuang saja karena kan proses
penumbukannya juga kita nggak tahu bagaimana dan sudah pasti di udara terbuka. Di udara terbuka ada kuman dan bakteri kan, makanya kalau ibu-ibu suka simpan puyer untuk anaknya nanti pas sakitnya kambuh janganlah ya," saran Retno saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (6/11/2013).

Lain kapsul dan salep, lain juga ciri obat sirup yang sudah rusak. Menurut Dani, obat sirup seperti halnya obat batuk yang rusak biasanya berubah jadi keruh, yang tadinya jernih langsung mengeruh.

Lalu sebenarnya apakah setiap obat memiliki jangka waktu penggunaan tertentu? "Kalau di apotek tidak dikasih tahu gimana nyimpen obatnya, itu hak pasien untuk nanya. Kalau obat racik stabilitasnya kira-kira tujuh sampai sepuluh hari, seperti puyer kalau sudah lebih dari seminggu sebaiknya dibuang," terang Dani.

Sedangkan obat batuk bisa tahan lama jikalau disimpan di kulkas atau sesuai dengan petunjuk penyimpanan yanga ada pada label. Biasanya mencapai 30 hari setelah dibuka atau sampai tanggal kedaluwarsa.

"Yang gampang itu cek sejak awal obat itu dipakai gimana dan nanti dilihat apakah bentuk, rasa, warnanya tidak sama dengan awalnya. Jika iya, itu sudah rusak berarti," imbuh Widyaretna Buenastuti, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP).

Sumber : Detik Health

Kamis, 31 Oktober 2013

Musim Hujan Tiba, Cegah Radang Amandel dengan Cara Mudah Ini


Saat pergantian musim seperti saat ini, tonsilitis atau radang amandel pasti akan sering terjadi. Selain menimbulkan rasa nyeri saat menelan, jika berlanjut juga bisa membuat Anda menjadi demam dan flu. Tak perlu sulit, radang amandel juga bisa dicegah, lho. 

Radang amandel umumnya terjadi akibat adanya bakteri atau virus. Meskipun orang dewasa juga bisa mengalaminya, namun sebagian besar justru dialami oleh anak-anak. Gejala dari radang amandel yang paling umum antara lain demam, sakit kepala, nyeri di tenggorokan, dan kesulitan untuk menelan. Berikut beberapa cara untuk mencegah radang amandel, seperti dilansirBoldsky, Kamis (31/10/2013):

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk, maka besar kemungkinan Anda akan mengalami radang amandel. Oleh karena itu, perbanyak asupan vitamin C dari buah-buahan seperti mangga, jeruk, dan sayuran lainnya. 

2. Hilangkan kebiasaan buruk
Sebaiknya hilangkan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Selain menurunkan daya tahan tubuh, kebiasaan buruk ini juga membuat Anda berisiko untuk mengidap kanker di masa depan. 

3. Penggunaan antibiotik
Radang amandel dapat dicegah dengan minum antibiotik yang diresepkan oleh dokter Anda. Jika radang amandel muncul disertai dengan demam tinggi, maka antibiotik dapat menjadi obat terbaik. Anda juga bisa berkumur dengan sari cuka apel untuk mengurangi peradangan di tenggorokan.

4. Sering berkumur 
Ketika Anda mulai merasa muncul gejala radang amandel, segera perbanyak berkumur dengan obat kumur atau air garam. Jika Anda melakukan ini secara teratur, bakteri akan hilang dan mengurangi risiko munculnya radang amandel. 

5. Jaga kebersihan gigi
Ini merupakan faktor yang paling penting. Untuk mencegah datangnya radang amandel, Anda perlu menjaga kebersihan gigi. Dianjurkan untuk mengunjungi dokter gigi secara teratur. Selain itu, rajinlah menggosok gigi agar terhindar dari datangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.

6. Operasi
Jika sudah terlalu sering mengalami radang amandel, ada baiknya untuk melakukan operasi pengangkatan amandel. Pastikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk melakukan operasi ini. Sebab jika masih bisa diatasi dengan cara lain, maka dokter biasanya akan memberi obat saja. 


Sumber : Detik Health

Bosan Gemuk? Konsumsi Cukup Serat Tiap Hari Agar Lebih Langsing


Sudahkah Anda mengonsumsi cukup serat setiap harinya? Seringkali orang lupa bahwa konsumsi serat memberikan efek yang sangat baik bagi sistem pencernaan dan dapat membantu program penurunan berat badan Anda.

Dilansir Huffington Post, Jumat (1/11/2013), sebuah studi terbaru yang melibatkan lebih dari 23.000 responden menunjukkan bahwa mengonsumsi jumlah serat lebih rendah dalam diet membuat mereka berisiko tinggi untuk menjadi obesitas. Tak hanya itu, mereka yang kurang konsumsi serat juga cenderung lebih berisiko mengalami sindrom metabolik dan peradangan kardiovaskular.

"Temuan kami menunjukkan bahwa dari sejumlah responden tersebut, total tingkat asupan seratnya masih sangat rendah dibandingkan dengan yang direkomendasikan. Ini berarti konsumsi serat masih belum terlalu dianggap penting," kata salah seorang peneliti, Cheryl R. Clark, MD, Sc.D., dari The Center for Community Health and Health Equity, Brigham and Women's Hospital, dan Harvard Medical School.

Sesuai pedoman dari Institute of Medicine, wanita berusia 19-50 tahun harus mengonsumsi setidaknya 25 gram serat setiap hari, sedangkan pria pada kelompok usia yang sama harus mengonsumsi minimal 38 gram serat setiap harinya. Sementara wanita yang berusia di atas 50 tahun sebaiknya mengonsumsi sekitar 21 gram serat setiap hari dan pria dalam usia yang sama mengonsumsi 30 gram serat per hari.

Konsumsi cukup serat tidak hanya akan memperbaiki sistem pencernaan dan membantu menurunkan berat badan, tetapi juga melindungi jantung dan mengurangi risiko stroke. 

Makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan tinggi akan serat. Sebuah cangkir raspberry mengandung 8 gram serat, sebuah apel dengan kulit memiliki 4,4 gram serat, dan secangkir lentil memiliki 15,6 gram serat.

Sumber : Detik Health

Mata Lelah Lalu Dikucek? Bisa Infeksi, Bisa Juga Jadi Silinder


Ada banyak cara untuk membuat mata lelah terasa lebih nyaman, salah satunya dikucek. Namun cara ini sangat tidak dianjurkan, sebab selain memicu infeksi juga bisa mengubah kontur mata dan memicu astigmatisma atau mata silinder.

Mata silinder antara lain disebabkan oleh kontur mata yang tidak normal. Luka yang terjadi saat mata dikucek merupakan salah satu penyebab kontur mata berubah, sehingga butuh kacamata dengan lensa silinder untuk bisa melihat dengan baik seperti semula.

"Seperti aspal, kalau kena hujan atau dilewati mobil besar kan rusak. Nah, mata juga begitu kalau sering dikucek," kata dr Nina Ratnaningsih, SpM, MSc (CEH), pakar oftalmologi komunitas dari RS Cicendo, Bandung, dalam perbincangan dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (29/10/2013).

Hingga tingkat keparahan tertentu, hampir semua orang sebenarnya mengalami astigmatisme. Seperti dikutip dari WebMD, penggunaan kacamata silinder bahkan tidak terlalu diperlukan pada astigmatisme ringan selama tidak disertai gangguan lain seperti rabun dekat atau rabun jauh.

Selain risiko astigmatisma, risiko infeksi tentu harus diwaspadai bila terjadi luka pada mata akibat dikucek. Kuman apapun bisa menempel di tangah yang tidak bersih, lalu akan berpindah ke mata saat mengucek. Bila terjadi luka, kuman itu pun menjadi lebih mudah masuk ke mata.

Agar tidak perlu dikucek, mata sebaiknya dijaga kesehatannya. Jangan sampai terlalu lelah agar tidak berair, atau justru kering karena terlalu banyak mengalami penguapan. Bila kelembabannya terganggu, maka rasa tidak nyaman di mata akan menggoda tangan untuk menguceknya.

Kalaupun terasa kering dan tidak nyaman, lebih baik gunakan tetes mata daripada harus dikucek. Memang butuh sedikit modal untuk beli tetes mata, namun tidak ada ruginya bila dibandingkan risiko infeksi maupun mata silinder bila mata harus dikucek.

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama Jika Anak Demam di Malam Hari


 Demam memburuk pada malam hari karena suhu tubuh naik secara alami di malam hari. Akibatnya, demam yang ringan di siang hari dapat naik dengan mudah ketika tidur. Pada anak-anak, demam akan menyebabkan ketidaknyamanan.

Lakukan hal-hal berikut untuk pertolongan pertama:

1. Periksa suhu anak. Lakukan lewat dubur jika anak berusia di bawah 6 bulan.

2. Jika usianya lebih dari 1 tahun, berikan Asetaminofen.

3. Tunggu setengah jam dan periksa suhunya lagi.

4. Jika belum mulai turun, berikan ibuprofen juga.

5. Asetaminofen dapat diberikan setiap 4 jam, ibuprofen diberikan setiap 6 - 8 jam.

6. Anak dapat dimandikan pada suhu ruangan (25° - 27° C) untuk membantu mendinginkan suhu tubuhnya.

7. Pastikan anak tetap terhidrasi dengan memberikan air, susu formula atau ASI jika masih bayi sebelum anak kembali tidur.

8. Untuk demam di atas 38° C pada bayi dibawah 3 bulan, perlu penanganan langsung oleh dokter.

9. Segera bawa ke dokter jika suhu tinggi disertai dengan kelesuan, muntah, diare, leher kaku, atau ruam yang tidak biasa.

Pertolongan Pertama pada Wanita Keguguran


Peristiwa keguguran adalah keluarnya janin pada wanita hamil sebelum kandungannya mencapai 20 minggu. Data menunjukkan bahwa keguguran wanita hamil dapat mencapai 20% dari kehamilan.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', tanda-tanda keguguran adalah rasa kram pada perut bagian bawah dan diikuti perdarahan. Walaupun terkadang kram dan perdarahan belum terjadi, apabila ada tanda-tanda yang mencurigakan tentang kehamilannya, maka segera bawa ke dokter untuk memastikan status kehamilan.

Jika merasakan tanda-tanda keguguran, lakukan hal sebagai berikut:

- Hentikan semua aktivitas.

- Lakukan relaksasi. Atur napas dan tenangkan pikiran

- Berbaring di tempat tidur

- Jika ada sesuatu keluar dari vagina, simpan di dalam wadah khusus agar dapat dicek oleh dokter

- Jika terjadi perdarahan dan berlanjut, segera bawa ke unit gawat darurat

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Perdarahan Dalam


Berbeda dengan perdarahan luar, perdarahan dalam seringkali tidak kelihatan. Bila seseorang terkena pukulan, terjatuh atau kecelakaan lain, sebaiknya kemungkinan ini perlu diantisipasi.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala-gejala perdarahan dalam adalah:
- Korban muntah berwarna gelap seperti kopi atau merah pekat
- Batuk darah berwarna merah segar dan atau berbusa
- Tinja berwarna hitam bercampur darah merah
- Muka terlihat pucat
- Tubuh kedinginan atau kulit terasa lembab
- Mata berkunang-kunang
- Perut membesar
- Gelisah
- Kehausan
- Ketakutan
- Kebingungan

Apabila menemukan kondisi seperti ini, penanganan yang dapat dilakukan adalah:
- Jaga korban agar tetap lancar bernapas
- Usahakan korban tenang untuk menghindari syok
- Jangan pindahkan korban jika mengalami luka di bagian kepala, leher dan tulang belakang
- Jika tidak ada indikasi luka dan tidak mengalami syok, pindahkan dengan posisi tidur
- Jangan memberi minum pada korban
- Periksa kembali dan tangani bila ada luka lain seperti patah tulang
- Panggil paramedis atau bawa segera ke dokter atau unit gawat darurat

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Perdarahan


 Ada 2 tipe perdarahan, yaitu perdarahan yang berasal dari pembuluh darah vena dan perdarahan yang berasal dari pembuluh darah arteri. Perdarahan pada pembuluh darah vena berwarna agak gelap dan mengalir secara spontan. Sedangkan perdarahan dari pembuluh darah arteri warnanya lebih terang dan alirannya memancar dari tubuh yang terluka.

Perdarahan pada arteri dapat menyebabkan kondisi kritis, sebab darah yang terpompa keluar dengan kecepatan melebihi rata-rata. Akibatnya, korban akan banyak kehilangan darah.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', menekan langsung pada daerah yang terluka adalah salah tindakan yang dapat dilakukan untuk menghentikan perdarahan, walaupun menyebabkan rasa sakit pada bagian tersebut.

Cara penekanan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

1. Letakkan kain tebal yang bersih atau steril seperti saputangan, potongan handuk atau lembaran kain langsung pada area yang terluka. Kemudian tekan perlahan dengan telapak tangan Anda. Apabila tidak ada kain, gunakan tangan atau jari untuk menekan.

2. Teruskan menekan dengan tekanan konstan.

3. Jangan melepaskan kain yang digunakan untuk menekan luka.

4. Apabila darah telah memenuhi kain, jangan dilepas, tetapi tambahkan dengan kain baru dan letakkan di atasnya. Kemudian lanjutkan lagi menahannya dengan tangan Anda.

5. Apabila perdarahan terhenti atau berkurang, gunakan perban untuk diikatkan pada kain penutup luka.

6. Tali perban jangan terlalu kencang untuk menghindari aliran darah arteri terhenti.

7. Usahakan luka pada posisi di atas organ jantung.

Sumber  : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Patah Tulang


Patah tulang umumnya disebut dengan fraktur dan digolongkan menjadi 2 macam, yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Pada fraktur tertutup, tulang yang patah tidak sampai keluar melewati kulit. Sedangkan pada fraktur terbuka, sebagian atau keseluruhan tulang yang patah terlihat menembus kulit. Kasus ini dapat berbahaya karena korban kemungkinan akan kehilangan banyak darah dan rawan infeksi.

Jangan memindahkan korban kecuali ada tenaga medis yang berpengalaman, khususnya apabila bagian yang terluka adalah kepala, leher atau tulang belakang. Jika harus dipindahkan, pastikan bagian yang terluka tidak bergeser atau bergerak karena proses pemindahan. Contohnya, ikat bagian kaki yang terluka dengan kaki yang tidak terluka, baru kemudian dipindahkan.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala patah tulang antara lain:
- Korban merasa atau mendengar bunyi patahan tulang
- Bagian yang terluka terasa sakit sekali, terutama saat disentuh atau digerakkan
- Sulit menggerakkan bagian yang terluka
- Gerakan bagian tubuh yang terluka tidak normal atau tidak seperti biasanya
- Terlihat bengkak
- Ada rasa sensasi tidak enak pada ujung tulang tubuh yang terluka
- Terlihat ada perubahan bentuk
 Ukuran atau panjang tulang berbeda dengan pasangan tubuh lainnya
- Bagian tubuh yang luka terlihat membiru

Apabila menemui gejala-gejala di atas, penanganan darurat yang dapat dilakukan adalah:

1. Buka jalan napas, lakukan napas buatan jika diperlukan
2. Hentikan perdarahan apabila terjadi patah tulang terbuka. Gunting pakaian korban sebelum melakukan pertolongan.
3. Bila korban tak sadarkan diri, anggap ia mengalami luka di bagian kepala, leher atau tulang belakang.
4. Jangan mencoba untuk mengembalikan tulang yang terlihat keluar.
5. Jangan membersihkan luka atau menyisipkan sesuatu pada tulang yang luka meskipun tujuannya untuk menolong.
6. Tutup luka secara perlahan dengan kain steril atau perban untuk menghentikan perdarahan.
7. Tutup luka secara keseluruhan, termasuk tulang yang menonjol keluar.
8. Hubungi paramedis atau ambulans, jangan mengangkat korban yang terluka di bagian kepala, leher atau tulang belakang tanpa memakai tandu. Jaga kepala tetap lurus dengan badan.
9. Bila pertolongan medis belum datang sementara korban harus dibawa ke rumah sakit, gunakan splint di atas dan di bawah luka sebelum korban dipindah.
10. Jangan memberi minuman atau makanan pada korban.

Sumber : Detik Health

Selasa, 29 Oktober 2013

Pertolongan Pertama untuk Serangan Jantung


Serangan jantung sampai saat ini masih menjadi penyakit yang menakutkan. Banyak orang berpikir akan sulit selamat jika terkena serangan jantung karena penanganan detik demi detik begitu berharga. Ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk memberikan pertolongan pertama pada orang yang terkena serangan jantung.

Jika seseorang mengalami gejala serangan jantung, maka bisa lakukan hal berikut ini:

1. Duduklah atau berbaring. Hentikan segala aktifitas dan jangan lakukan banyak gerakan. Banyak bergerak dapat memperburuk kerusakan tubuh akibat serangan jantung.

2. Telepon nomor darurat untuk meminta pertolongan. Segera hubungi rumah sakit terdekat atau minta orang lain untuk menghubungi ambulans. Jangan buang waktu untuk segera telepon dokter pribadi, teman atau anggota keluarga lainnya.

3. Jika dokter telah memberikan tablet nitroglyserin, segera minum obat tersebut. Obat tersebut bisa dikonsumsi setiap 5 menit sekali satu tablet sampai rasa sakitnya hilang. Jangan mengkonsumsi tablet nitroglyserin jika tidak diberikan dokter.

4. Mengunyah aspirin asal tidak mengalami alergi. Aspirin akan menghambat penggumpalan darah dan membantu darah tetap mengalir ke arteri. Mengunyah aspirin selama serangan jantung bisa menurunkan risiko kematian hingga 25 persen.

5. Kenali tanda-tanda serangan jantung dan bawa selalu obat-obatan yang iberikan dokter. Pertolongan yang cepat bisa mencegah kerusakan serius pada jantung dan memungkinkan pasien untuk bertahan hidup. 

Pertolongan Pertama Untuk Korban Kesetrum


Listrik tegangan tinggi bisa berakibat bahaya dan fatal jika mengenai tubuh. Apabila pertama kali melihat orang yang tersengat listrik, sebaiknya bersikap tenang namun tetap waspada. Jangan menyentuh korban saat listrik masih menyala karena berisiko tersengat juga

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko bahaya pada korban tersengat listrik.

Hal-hal yang dapat dilakukan apabila melihat korban kesetrum antara lain:

1. Jika mungkin, matikan sumber listrik atau suruhlah orang lain untuk mematikannya.

2. Sangat penting untuk memindahkan korban dengan hati-hati. Pakailah alas kering seperti koran, papan, selimut, matras karet atau baju kering. 

3. Jangan gunakan bahan-bahan dari besi dan bahan yang basah. Jangan menyentuh korban sampai ia terbebas dari sengatan.

4. Bila korban tak bernapas, buka jalan pernapasan dan lakukan pernapasan buatan, caranya yaitu:


  • Pastikan korban diletakkan pada permukaan yang rata. Bersihkan mulut dan jalan napas dari muntahan atau cairan.
  • Tengadahkan kepala korban dengan meletakkan telapak tangan pada dahi dan jari tangan lain mendorong ke atas bagian dagu korban
  • Pencet hidung korban dengan menggunakan ibu jari, kemudian ambil napas dalam-dalam. Letakkan mulut pada mulut korban yang terbuka, tiup dengan cepat 2 kali.
  • Hentikan tiupan bila dada korban sudah mengembang. Lepaskan mulut dari mulut korban, kemudian dekatkan telinga ke hidung korban untuk mendengarkan embusan napasnya.
  • Perhatikan dada korban, apakah ada gerakan naik turun pertanda ia bernapas.
  • Ulangi prosedur napas buatan ini sampai korban benar-benar dapat bernapas sendiri.
Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Korban Pingsan


Pingsan adalah keadaan tidak sadarkan diri yang disebabkan karena berkurangnya suplai darah ke otak. Pemulihan dari pingsan ini dapat dilakukan setelah beberapa menit. Sebelum pingsan, umumnya korban mengalami gejala kulit pucat, dingin dan berkeringat, mata berkunang-kunang serta pusing.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', pingsan dapat dicegah dengan cara merebahkan korban lalu angkat kaki setinggi 15 - 25 cm. Bisa juga dengan didudukkan dengan posisi kepala membungkuk menyentuh kedua lutut.

Namun apabila pingsan sudah terjadi, maka bisa dilakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Rebahkan korban, angkat kaki setinggi 15 - 25 cm meskipun ada kemungkinan kepalanya terluka.

2. Buka jalan pernapasan, lakukan penapasan buatan jika perlu.

3. Buka baju, khususnya di sekitar leher korban.

4. Bila korban muntah, miringkan atau balikkan kepalanya untuk mencegah tersedak

5. Secara pelan-pelan, usap wajahnya dengan menggunakan air dingin dan jangan disiramkan ke muka korban.

6. Periksa kembali seluruh tubuh untuk melihat apakah terdapat bengkak atau perubahan bentuk yang disebabkan karena jatuh.

7. Jangan diberi minum meskipun korban sudah pulih kembali.

8. Bila pertolongan tidak berhasil dalam beberapa menit, bawa korban ke dokter atau paramedis.

Sumber : Detik Health