This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 31 Oktober 2013

Pesan Menkes untuk Tenaga Medis dalam Melayani Pasien HIV-AIDS


 Untuk memperoleh informasi dasar atau layanan HIV-AIDS, masyarakat tak perlu lagi langsung datang ke rumah sakit atau puskesmas. Sebab, mulai hari ini, masyarakat bisa memperoleh informasi HIV-AIDS melalui aplikasi AIDS Digital yang tersedia dalam bentuk webisite atau mobile application.

Dengan adanya AIDS Digital, Menteri Kesehatan dr Nafsiah mboi, SpA, MPH berharap masyarakat tak malu lagi atau enggan untuk mencari layanan terkait HIV. Dengan aplikasi ini, biaya, tenaga, dan waktu bisa dihemat jika masyarakat ingin mengakses informasi atau layanan untuk HIV-AIDS.

"Saya juga minta jajaran rumah sakit baik vertikal, daerah, atau swasta mau melayani masyarakat terkait dengan HIV dengan baik, memperluas kampanye 'Aku Bangga Aku Tahu' termasuk sosialisasi AIDS Digital. Serta memberi layanan kepada ODHA tanpa diskriminasi dan stigma. Serta memberi pelayanan komprehensif berkesinambungan terkait HIV-AIDS," papar Nafsiah.

Hal itu disampaikan Nafsiah dalam acara Peluncuran Tampilan Baru Website Kementerian Kesehatan dan Aplikasi AIDS Digital di Kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013)

Nafsiah menambahkan hampir 71 persen kasus baru HIV terjadi pada kelompok muda. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui AIDS Digital ini diharapkan masyarakat bisa menjauhi perilaku berisiko, tahu, dan mau melakukan upaya pencegahan, serta mau melakukan tes kesehatan jika dia melakukan perilaku berisiko. Sehingga getting to zero yaitu zero new infection, zero related death dan zero stigma and discrimination bisa dicapai.

Hari ini, tak hanya AIDS digital saja yang diluncurkan tetapi juga tampilan baru website Kementerian Kesehatan. "Website yang dulu membosankan, tidak user friendly ternyata bisa dibuat lebih baik. Saya lebih bangga lagi dengan Kementerian Kesehatan karena bisa tingkatkan kerjasama dengan LSM seperti IAC dan teman dari populasi kunci lain," kata Nafsiah.

Tampilan baru website Kementerian Kesehatan akan lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi mengenai kesehatan. Tautan link AIDS Digital dan beberapa link terkait informasi kesehatan lainnya kini juga bisa diakses melalui website Kementerian Kesehatan yang memiliki tampilan baru.

Kini website Kementerian Kesehatan memiliki kelebihan dibanding sebelumnya, seperti bisa diakses dari handphone dan tablet, serta bisa terkait dengan berbagai link tentang kesehatan termasuk AIDS Digital. Menkes juga berharap website ini bisa melakukan pemutakhiran data secara periodik sehingga informasi mengenai kesehatan bisa terus di-update oleh masyarakat.

Musim Hujan Tiba, Cegah Radang Amandel dengan Cara Mudah Ini


Saat pergantian musim seperti saat ini, tonsilitis atau radang amandel pasti akan sering terjadi. Selain menimbulkan rasa nyeri saat menelan, jika berlanjut juga bisa membuat Anda menjadi demam dan flu. Tak perlu sulit, radang amandel juga bisa dicegah, lho. 

Radang amandel umumnya terjadi akibat adanya bakteri atau virus. Meskipun orang dewasa juga bisa mengalaminya, namun sebagian besar justru dialami oleh anak-anak. Gejala dari radang amandel yang paling umum antara lain demam, sakit kepala, nyeri di tenggorokan, dan kesulitan untuk menelan. Berikut beberapa cara untuk mencegah radang amandel, seperti dilansirBoldsky, Kamis (31/10/2013):

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk, maka besar kemungkinan Anda akan mengalami radang amandel. Oleh karena itu, perbanyak asupan vitamin C dari buah-buahan seperti mangga, jeruk, dan sayuran lainnya. 

2. Hilangkan kebiasaan buruk
Sebaiknya hilangkan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Selain menurunkan daya tahan tubuh, kebiasaan buruk ini juga membuat Anda berisiko untuk mengidap kanker di masa depan. 

3. Penggunaan antibiotik
Radang amandel dapat dicegah dengan minum antibiotik yang diresepkan oleh dokter Anda. Jika radang amandel muncul disertai dengan demam tinggi, maka antibiotik dapat menjadi obat terbaik. Anda juga bisa berkumur dengan sari cuka apel untuk mengurangi peradangan di tenggorokan.

4. Sering berkumur 
Ketika Anda mulai merasa muncul gejala radang amandel, segera perbanyak berkumur dengan obat kumur atau air garam. Jika Anda melakukan ini secara teratur, bakteri akan hilang dan mengurangi risiko munculnya radang amandel. 

5. Jaga kebersihan gigi
Ini merupakan faktor yang paling penting. Untuk mencegah datangnya radang amandel, Anda perlu menjaga kebersihan gigi. Dianjurkan untuk mengunjungi dokter gigi secara teratur. Selain itu, rajinlah menggosok gigi agar terhindar dari datangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.

6. Operasi
Jika sudah terlalu sering mengalami radang amandel, ada baiknya untuk melakukan operasi pengangkatan amandel. Pastikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk melakukan operasi ini. Sebab jika masih bisa diatasi dengan cara lain, maka dokter biasanya akan memberi obat saja. 


Sumber : Detik Health

Bosan Gemuk? Konsumsi Cukup Serat Tiap Hari Agar Lebih Langsing


Sudahkah Anda mengonsumsi cukup serat setiap harinya? Seringkali orang lupa bahwa konsumsi serat memberikan efek yang sangat baik bagi sistem pencernaan dan dapat membantu program penurunan berat badan Anda.

Dilansir Huffington Post, Jumat (1/11/2013), sebuah studi terbaru yang melibatkan lebih dari 23.000 responden menunjukkan bahwa mengonsumsi jumlah serat lebih rendah dalam diet membuat mereka berisiko tinggi untuk menjadi obesitas. Tak hanya itu, mereka yang kurang konsumsi serat juga cenderung lebih berisiko mengalami sindrom metabolik dan peradangan kardiovaskular.

"Temuan kami menunjukkan bahwa dari sejumlah responden tersebut, total tingkat asupan seratnya masih sangat rendah dibandingkan dengan yang direkomendasikan. Ini berarti konsumsi serat masih belum terlalu dianggap penting," kata salah seorang peneliti, Cheryl R. Clark, MD, Sc.D., dari The Center for Community Health and Health Equity, Brigham and Women's Hospital, dan Harvard Medical School.

Sesuai pedoman dari Institute of Medicine, wanita berusia 19-50 tahun harus mengonsumsi setidaknya 25 gram serat setiap hari, sedangkan pria pada kelompok usia yang sama harus mengonsumsi minimal 38 gram serat setiap harinya. Sementara wanita yang berusia di atas 50 tahun sebaiknya mengonsumsi sekitar 21 gram serat setiap hari dan pria dalam usia yang sama mengonsumsi 30 gram serat per hari.

Konsumsi cukup serat tidak hanya akan memperbaiki sistem pencernaan dan membantu menurunkan berat badan, tetapi juga melindungi jantung dan mengurangi risiko stroke. 

Makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan tinggi akan serat. Sebuah cangkir raspberry mengandung 8 gram serat, sebuah apel dengan kulit memiliki 4,4 gram serat, dan secangkir lentil memiliki 15,6 gram serat.

Sumber : Detik Health

Mata Lelah Lalu Dikucek? Bisa Infeksi, Bisa Juga Jadi Silinder


Ada banyak cara untuk membuat mata lelah terasa lebih nyaman, salah satunya dikucek. Namun cara ini sangat tidak dianjurkan, sebab selain memicu infeksi juga bisa mengubah kontur mata dan memicu astigmatisma atau mata silinder.

Mata silinder antara lain disebabkan oleh kontur mata yang tidak normal. Luka yang terjadi saat mata dikucek merupakan salah satu penyebab kontur mata berubah, sehingga butuh kacamata dengan lensa silinder untuk bisa melihat dengan baik seperti semula.

"Seperti aspal, kalau kena hujan atau dilewati mobil besar kan rusak. Nah, mata juga begitu kalau sering dikucek," kata dr Nina Ratnaningsih, SpM, MSc (CEH), pakar oftalmologi komunitas dari RS Cicendo, Bandung, dalam perbincangan dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (29/10/2013).

Hingga tingkat keparahan tertentu, hampir semua orang sebenarnya mengalami astigmatisme. Seperti dikutip dari WebMD, penggunaan kacamata silinder bahkan tidak terlalu diperlukan pada astigmatisme ringan selama tidak disertai gangguan lain seperti rabun dekat atau rabun jauh.

Selain risiko astigmatisma, risiko infeksi tentu harus diwaspadai bila terjadi luka pada mata akibat dikucek. Kuman apapun bisa menempel di tangah yang tidak bersih, lalu akan berpindah ke mata saat mengucek. Bila terjadi luka, kuman itu pun menjadi lebih mudah masuk ke mata.

Agar tidak perlu dikucek, mata sebaiknya dijaga kesehatannya. Jangan sampai terlalu lelah agar tidak berair, atau justru kering karena terlalu banyak mengalami penguapan. Bila kelembabannya terganggu, maka rasa tidak nyaman di mata akan menggoda tangan untuk menguceknya.

Kalaupun terasa kering dan tidak nyaman, lebih baik gunakan tetes mata daripada harus dikucek. Memang butuh sedikit modal untuk beli tetes mata, namun tidak ada ruginya bila dibandingkan risiko infeksi maupun mata silinder bila mata harus dikucek.

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama Jika Anak Demam di Malam Hari


 Demam memburuk pada malam hari karena suhu tubuh naik secara alami di malam hari. Akibatnya, demam yang ringan di siang hari dapat naik dengan mudah ketika tidur. Pada anak-anak, demam akan menyebabkan ketidaknyamanan.

Lakukan hal-hal berikut untuk pertolongan pertama:

1. Periksa suhu anak. Lakukan lewat dubur jika anak berusia di bawah 6 bulan.

2. Jika usianya lebih dari 1 tahun, berikan Asetaminofen.

3. Tunggu setengah jam dan periksa suhunya lagi.

4. Jika belum mulai turun, berikan ibuprofen juga.

5. Asetaminofen dapat diberikan setiap 4 jam, ibuprofen diberikan setiap 6 - 8 jam.

6. Anak dapat dimandikan pada suhu ruangan (25° - 27° C) untuk membantu mendinginkan suhu tubuhnya.

7. Pastikan anak tetap terhidrasi dengan memberikan air, susu formula atau ASI jika masih bayi sebelum anak kembali tidur.

8. Untuk demam di atas 38° C pada bayi dibawah 3 bulan, perlu penanganan langsung oleh dokter.

9. Segera bawa ke dokter jika suhu tinggi disertai dengan kelesuan, muntah, diare, leher kaku, atau ruam yang tidak biasa.

Pertolongan Pertama pada Wanita Keguguran


Peristiwa keguguran adalah keluarnya janin pada wanita hamil sebelum kandungannya mencapai 20 minggu. Data menunjukkan bahwa keguguran wanita hamil dapat mencapai 20% dari kehamilan.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', tanda-tanda keguguran adalah rasa kram pada perut bagian bawah dan diikuti perdarahan. Walaupun terkadang kram dan perdarahan belum terjadi, apabila ada tanda-tanda yang mencurigakan tentang kehamilannya, maka segera bawa ke dokter untuk memastikan status kehamilan.

Jika merasakan tanda-tanda keguguran, lakukan hal sebagai berikut:

- Hentikan semua aktivitas.

- Lakukan relaksasi. Atur napas dan tenangkan pikiran

- Berbaring di tempat tidur

- Jika ada sesuatu keluar dari vagina, simpan di dalam wadah khusus agar dapat dicek oleh dokter

- Jika terjadi perdarahan dan berlanjut, segera bawa ke unit gawat darurat

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Perdarahan Dalam


Berbeda dengan perdarahan luar, perdarahan dalam seringkali tidak kelihatan. Bila seseorang terkena pukulan, terjatuh atau kecelakaan lain, sebaiknya kemungkinan ini perlu diantisipasi.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala-gejala perdarahan dalam adalah:
- Korban muntah berwarna gelap seperti kopi atau merah pekat
- Batuk darah berwarna merah segar dan atau berbusa
- Tinja berwarna hitam bercampur darah merah
- Muka terlihat pucat
- Tubuh kedinginan atau kulit terasa lembab
- Mata berkunang-kunang
- Perut membesar
- Gelisah
- Kehausan
- Ketakutan
- Kebingungan

Apabila menemukan kondisi seperti ini, penanganan yang dapat dilakukan adalah:
- Jaga korban agar tetap lancar bernapas
- Usahakan korban tenang untuk menghindari syok
- Jangan pindahkan korban jika mengalami luka di bagian kepala, leher dan tulang belakang
- Jika tidak ada indikasi luka dan tidak mengalami syok, pindahkan dengan posisi tidur
- Jangan memberi minum pada korban
- Periksa kembali dan tangani bila ada luka lain seperti patah tulang
- Panggil paramedis atau bawa segera ke dokter atau unit gawat darurat

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Perdarahan


 Ada 2 tipe perdarahan, yaitu perdarahan yang berasal dari pembuluh darah vena dan perdarahan yang berasal dari pembuluh darah arteri. Perdarahan pada pembuluh darah vena berwarna agak gelap dan mengalir secara spontan. Sedangkan perdarahan dari pembuluh darah arteri warnanya lebih terang dan alirannya memancar dari tubuh yang terluka.

Perdarahan pada arteri dapat menyebabkan kondisi kritis, sebab darah yang terpompa keluar dengan kecepatan melebihi rata-rata. Akibatnya, korban akan banyak kehilangan darah.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', menekan langsung pada daerah yang terluka adalah salah tindakan yang dapat dilakukan untuk menghentikan perdarahan, walaupun menyebabkan rasa sakit pada bagian tersebut.

Cara penekanan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

1. Letakkan kain tebal yang bersih atau steril seperti saputangan, potongan handuk atau lembaran kain langsung pada area yang terluka. Kemudian tekan perlahan dengan telapak tangan Anda. Apabila tidak ada kain, gunakan tangan atau jari untuk menekan.

2. Teruskan menekan dengan tekanan konstan.

3. Jangan melepaskan kain yang digunakan untuk menekan luka.

4. Apabila darah telah memenuhi kain, jangan dilepas, tetapi tambahkan dengan kain baru dan letakkan di atasnya. Kemudian lanjutkan lagi menahannya dengan tangan Anda.

5. Apabila perdarahan terhenti atau berkurang, gunakan perban untuk diikatkan pada kain penutup luka.

6. Tali perban jangan terlalu kencang untuk menghindari aliran darah arteri terhenti.

7. Usahakan luka pada posisi di atas organ jantung.

Sumber  : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Patah Tulang


Patah tulang umumnya disebut dengan fraktur dan digolongkan menjadi 2 macam, yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Pada fraktur tertutup, tulang yang patah tidak sampai keluar melewati kulit. Sedangkan pada fraktur terbuka, sebagian atau keseluruhan tulang yang patah terlihat menembus kulit. Kasus ini dapat berbahaya karena korban kemungkinan akan kehilangan banyak darah dan rawan infeksi.

Jangan memindahkan korban kecuali ada tenaga medis yang berpengalaman, khususnya apabila bagian yang terluka adalah kepala, leher atau tulang belakang. Jika harus dipindahkan, pastikan bagian yang terluka tidak bergeser atau bergerak karena proses pemindahan. Contohnya, ikat bagian kaki yang terluka dengan kaki yang tidak terluka, baru kemudian dipindahkan.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala patah tulang antara lain:
- Korban merasa atau mendengar bunyi patahan tulang
- Bagian yang terluka terasa sakit sekali, terutama saat disentuh atau digerakkan
- Sulit menggerakkan bagian yang terluka
- Gerakan bagian tubuh yang terluka tidak normal atau tidak seperti biasanya
- Terlihat bengkak
- Ada rasa sensasi tidak enak pada ujung tulang tubuh yang terluka
- Terlihat ada perubahan bentuk
 Ukuran atau panjang tulang berbeda dengan pasangan tubuh lainnya
- Bagian tubuh yang luka terlihat membiru

Apabila menemui gejala-gejala di atas, penanganan darurat yang dapat dilakukan adalah:

1. Buka jalan napas, lakukan napas buatan jika diperlukan
2. Hentikan perdarahan apabila terjadi patah tulang terbuka. Gunting pakaian korban sebelum melakukan pertolongan.
3. Bila korban tak sadarkan diri, anggap ia mengalami luka di bagian kepala, leher atau tulang belakang.
4. Jangan mencoba untuk mengembalikan tulang yang terlihat keluar.
5. Jangan membersihkan luka atau menyisipkan sesuatu pada tulang yang luka meskipun tujuannya untuk menolong.
6. Tutup luka secara perlahan dengan kain steril atau perban untuk menghentikan perdarahan.
7. Tutup luka secara keseluruhan, termasuk tulang yang menonjol keluar.
8. Hubungi paramedis atau ambulans, jangan mengangkat korban yang terluka di bagian kepala, leher atau tulang belakang tanpa memakai tandu. Jaga kepala tetap lurus dengan badan.
9. Bila pertolongan medis belum datang sementara korban harus dibawa ke rumah sakit, gunakan splint di atas dan di bawah luka sebelum korban dipindah.
10. Jangan memberi minuman atau makanan pada korban.

Sumber : Detik Health

Selasa, 29 Oktober 2013

Pertolongan Pertama untuk Serangan Jantung


Serangan jantung sampai saat ini masih menjadi penyakit yang menakutkan. Banyak orang berpikir akan sulit selamat jika terkena serangan jantung karena penanganan detik demi detik begitu berharga. Ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk memberikan pertolongan pertama pada orang yang terkena serangan jantung.

Jika seseorang mengalami gejala serangan jantung, maka bisa lakukan hal berikut ini:

1. Duduklah atau berbaring. Hentikan segala aktifitas dan jangan lakukan banyak gerakan. Banyak bergerak dapat memperburuk kerusakan tubuh akibat serangan jantung.

2. Telepon nomor darurat untuk meminta pertolongan. Segera hubungi rumah sakit terdekat atau minta orang lain untuk menghubungi ambulans. Jangan buang waktu untuk segera telepon dokter pribadi, teman atau anggota keluarga lainnya.

3. Jika dokter telah memberikan tablet nitroglyserin, segera minum obat tersebut. Obat tersebut bisa dikonsumsi setiap 5 menit sekali satu tablet sampai rasa sakitnya hilang. Jangan mengkonsumsi tablet nitroglyserin jika tidak diberikan dokter.

4. Mengunyah aspirin asal tidak mengalami alergi. Aspirin akan menghambat penggumpalan darah dan membantu darah tetap mengalir ke arteri. Mengunyah aspirin selama serangan jantung bisa menurunkan risiko kematian hingga 25 persen.

5. Kenali tanda-tanda serangan jantung dan bawa selalu obat-obatan yang iberikan dokter. Pertolongan yang cepat bisa mencegah kerusakan serius pada jantung dan memungkinkan pasien untuk bertahan hidup. 

Pertolongan Pertama Untuk Korban Kesetrum


Listrik tegangan tinggi bisa berakibat bahaya dan fatal jika mengenai tubuh. Apabila pertama kali melihat orang yang tersengat listrik, sebaiknya bersikap tenang namun tetap waspada. Jangan menyentuh korban saat listrik masih menyala karena berisiko tersengat juga

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko bahaya pada korban tersengat listrik.

Hal-hal yang dapat dilakukan apabila melihat korban kesetrum antara lain:

1. Jika mungkin, matikan sumber listrik atau suruhlah orang lain untuk mematikannya.

2. Sangat penting untuk memindahkan korban dengan hati-hati. Pakailah alas kering seperti koran, papan, selimut, matras karet atau baju kering. 

3. Jangan gunakan bahan-bahan dari besi dan bahan yang basah. Jangan menyentuh korban sampai ia terbebas dari sengatan.

4. Bila korban tak bernapas, buka jalan pernapasan dan lakukan pernapasan buatan, caranya yaitu:


  • Pastikan korban diletakkan pada permukaan yang rata. Bersihkan mulut dan jalan napas dari muntahan atau cairan.
  • Tengadahkan kepala korban dengan meletakkan telapak tangan pada dahi dan jari tangan lain mendorong ke atas bagian dagu korban
  • Pencet hidung korban dengan menggunakan ibu jari, kemudian ambil napas dalam-dalam. Letakkan mulut pada mulut korban yang terbuka, tiup dengan cepat 2 kali.
  • Hentikan tiupan bila dada korban sudah mengembang. Lepaskan mulut dari mulut korban, kemudian dekatkan telinga ke hidung korban untuk mendengarkan embusan napasnya.
  • Perhatikan dada korban, apakah ada gerakan naik turun pertanda ia bernapas.
  • Ulangi prosedur napas buatan ini sampai korban benar-benar dapat bernapas sendiri.
Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Korban Pingsan


Pingsan adalah keadaan tidak sadarkan diri yang disebabkan karena berkurangnya suplai darah ke otak. Pemulihan dari pingsan ini dapat dilakukan setelah beberapa menit. Sebelum pingsan, umumnya korban mengalami gejala kulit pucat, dingin dan berkeringat, mata berkunang-kunang serta pusing.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', pingsan dapat dicegah dengan cara merebahkan korban lalu angkat kaki setinggi 15 - 25 cm. Bisa juga dengan didudukkan dengan posisi kepala membungkuk menyentuh kedua lutut.

Namun apabila pingsan sudah terjadi, maka bisa dilakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Rebahkan korban, angkat kaki setinggi 15 - 25 cm meskipun ada kemungkinan kepalanya terluka.

2. Buka jalan pernapasan, lakukan penapasan buatan jika perlu.

3. Buka baju, khususnya di sekitar leher korban.

4. Bila korban muntah, miringkan atau balikkan kepalanya untuk mencegah tersedak

5. Secara pelan-pelan, usap wajahnya dengan menggunakan air dingin dan jangan disiramkan ke muka korban.

6. Periksa kembali seluruh tubuh untuk melihat apakah terdapat bengkak atau perubahan bentuk yang disebabkan karena jatuh.

7. Jangan diberi minum meskipun korban sudah pulih kembali.

8. Bila pertolongan tidak berhasil dalam beberapa menit, bawa korban ke dokter atau paramedis.

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular Berbisa


Ketika digigit ular, yang pertama kali harus dilakukan adalah memastikan jenis ularnya. Jika ada bekas taring, maka dipastikan yang mengigit adalah ular berbisa sehingga korbannya harus segera mendapat pertolongan pertama.

Selain ada bekas taring, ciri lain dari gigitan ular berbisa adalah munculnya rasa nyeri disertai perubahan warna pada lokasi gigitan dalam beberapa saat usai digigit. Dalam 10-15 menit, gejala lain yang menyertai adalah mual-muntah, pusing, gelisah dan kadang-kadang sesak napas.

Pertolongan pertama untuk korban gigitan ular adalah:

1. Jangan panik. Tidak semua gigitan ular mengandung bisa yang berbahaya, bahkan meski yang menggigit adalah spesies ular berbisa.

2. Kurangi gerak. Setiap gerakan yang tidak perlu hanya akan menyebabkan bisa ular menyebar lebih luas melalui peredaran darah. Usahakan untuk tetap diam, sebisa mungkin gunakan alat transportasi dan jangan berjalan kaki untuk mencapai lokasi yang menyediakan pertolongan pertama.

3. Cuci bekas gigitan. Jika ada, gunakan sabun dan air matang untuk membersihkan luka sesegera mungkin.

4. Cuci mata jika kena semburan bisa. Beberapa spesies ular kobra yang hidup di Asia dan Afrika mampu menyemburkan bisa mematikan tanpa harus menggigit korban. Jika semburan ini mengenai mata atau lapisan mukosa tipis lainnya, segera cuci dengan air bersih

5. Ikat kuat-kuat daerah di sekitar luka. Ikatan yang kuat di sekitar bekas gigitan dapat menghambat penyebaran racun sampai mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Namun untuk gigitan Ular Derik yang racun atau bisanya sangat kuat, risiko kerusakan jaringan pada lokasi gigitan justru akan meningkat jika diikat.

6. Bawa ke dokter secepat mungkin. Serum anti bisa ular bisa didapatkan di Puskesmas atau tempat praktik dokter. Jika dalam perjalanan korban muntah-muntah, tempatkan dalam posisi duduk atau berbaring untuk memastikan muntahannya tidak menyumbat saluran napas.

7. Jangan suntikkan antiracun sendiri. Injeksi antiracun memang dibutuhkan dengan segera, namun sebaiknya tetap dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan yang terampil. Adanya pengotor pada alat suntik terkadang malah dapat membahayakan pasien.
Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama Jika Digigit Hewan Rabies


Penyakit rabies telah menjadi wabah di beberapa daerah di Indonesia seperti Bali, Maluku dan Kalimantan Barat. Rabies bisa tertular dari gigitan anjing, kucing atau monyet.

Jika ada mendapat gigitan dari binatang yang diduga terinfeksi rabies, ada beberapa tindakan yang harus dilakukan yaitu:

1. Segera cuci luka dengan air mengalir menggunakan sabun atau detergen.

2. Segera bawa ke pusat kesehatan atau rabies center untuk pemberian vaksin anti rabies (VAR).

3. Lanjutkan terus pengobatan dengan melakukan pemeriksaan.

4. Karena masa inkubasi rabies lama, perlu waktu 2 minggu untuk melihat hasil suntikan vaksin apakah ada gejala-gejala rabies.

5. Jika positif, maka harus kembali diulang pemberian vaksinnya selama 4 tahapan (mulai nol lagi, hari ke-7, hari ke-14 dan diberi vaksin booster pada hari ke-60).

6. Akan lebih baik jika ditambah dengan pemberian serum anti rabies (SAR).


Pertolongan Pertama Jika Tergigit Hewan Peliharaan


Hewan peliharaan seperti anjing, kucing atau kelinci relatif bersahabat pada majikan yang memeliharanya. Tapi terkadang hewan peliharaan ini juga bisa menggigit. Anjing lebih mungkin untuk menggigit daripada kucing. Namun, gigitan kucing lebih mungkin menyebabkan infeksi.

Berbagai macam penyakit pun banyak yang ditularkan melalui gigitan hewan. Maka itu jika ada orang di sekitar kita yang terkenan gigitan hewan, setidaknya kita harus dapat melakukan sesuatu untuk menangani kondisi tersebut.
Pertolongan pertama yang perlu dilakukan jika ada yang tergigit hewan antara lain:

Gigitan berupa luka ringan tanpa kemungkinan rabies

1. Cuci luka dengan sabun dan air.

2. Oleskan krim antibiotik untuk mencegah infeksi.

3. Tutupilah luka tersebut dengan perban bersih.


Gigitan berupa luka yang dalam :

1. Jika menyebabkan luka yang dalam pada kulit atau kulit robek parah dan berdarah, tekanlah luka dengan menggunakan kain bersih dan kering untuk menghentikan perdarahan

2. Setelah dilakukan tindakan pertama untuk menghentikan perdarahan, kemudian segera hubungi rumah sakit atau dokter terdekat.

Gigitan yang menimbulkan luka infeksi
Jika melihat adanya tanda-tanda infeksi seperti pembengkakan, nyeri, kemerahan segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat.

Gigitan luka dengan dugaan rabies
Jika mencurigai gigitan disebabkan oleh hewan yang mungkin membawa virus rabies, segera cuci luka dengan air mengalir yang dicampur sabun atau detergen. Segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat.

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama Apabila Disengat Lebah


Luka karena sengatan lebah biasanya menyebabkan reaksi lokal seperti kulit memerah atau bengkak. Namun bila korban alergi terhadap sengatan serangga tertentu, maka hal ini dapat mengancam jiwanya dan membutuhkan pertolongan segera.

Serangga yang memiliki sengatan berbahaya adalah lebah madu, kutu kerbau, tawon dan semut api. Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala sengatan serangga yang berbahaya dapat berupa nyeri, bengkak dan memerah, gatal, dan tempat sengatan atau gigitan serangga terasa panas.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan segera, yaitu:

1. Pada saat lebah madu menyengat, baisanya sengat lebah masih menancap. Cabut sengat secara hati-hati menggunakan pisau atau kuku. Jangan dipencet karena dapat menyebabkan racun bertambah masuk.

2. Cucilah daerah yang tersengat dengan sabun dan air.

3. Kompres dengan air dingin atau es untuk mengurangi penyerapan dan penyebaran racun.

4. Oleskan krim atau lotion seperti kalamin, pasta baking soda ditambah sedikit air untuk mengurangi rasa tak nyaman.

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Overdosis Alkohol


Etanol adalah bahan aktif bersifat racun yang terkandung dalam semua minuman beralkohol. Etanol dapat memperlemah dan menekan aktifitas sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) yang berfungsi mengontrol kemampuan psikomotorik seperti koordinasi dan reaksi gerak tubuh.

Reaksi lain adalah mengganggu aktifitas anggota tubuh seperti berbicara, mengurangi pendengaran dan pergerakan mata. Alkohol juga dapat mengurangi tingkat kesadaran perilaku dan kontrol diri.

Mengkonsumsi alkohol akan menimbulkan perasaan senang yang semu. Alkohol dapat bereaksi seperti perangsang tubuh atau stimulan, tetapi sebenarnya alkohol adalah penyebab depresi (depressant).

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala overdosis alkohol berupa koordinasi berkurang, bicara meracau, pernapasan tak normal, cenderung tidak sadar, mata memerah dan ada kemungkinan koma.

Jika menemui gejala-gejala tersebut, segera lakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Jika korban tertidur dengan denyut nadi dan pernapasan yang normal, bangunkan dengan cara mengguncang-guncangkan tubuh atau memanggilnya. Untuk kasus seperti ini, korban tidak membutuhkan penanganan darurat.

2. Letakkan korban di tempat yang aman agar tidak melukai diri sendiri sambil terus dipantau keadaannya.

3. Apabila korban tidak sadarkan diri atau tidak dapat dibangunkan dan pernapasnnya terlihat tidak normal atau korban dalam keadaan koma, jaga agar jalur pernapasannya tetap lancar.

4. Segera bawa korban ke rumah sakit.

Sumber : Detik Health