Untuk memperoleh informasi dasar atau layanan HIV-AIDS, masyarakat tak perlu lagi langsung datang ke rumah sakit atau puskesmas. Sebab, mulai hari ini, masyarakat bisa memperoleh informasi HIV-AIDS melalui aplikasi AIDS Digital yang tersedia dalam bentuk webisite atau mobile application.
Dengan adanya AIDS Digital, Menteri Kesehatan dr Nafsiah mboi, SpA, MPH berharap masyarakat tak malu lagi atau enggan untuk mencari layanan terkait HIV. Dengan aplikasi ini, biaya, tenaga, dan waktu bisa dihemat jika masyarakat ingin mengakses informasi atau layanan untuk HIV-AIDS.
"Saya juga minta jajaran rumah sakit baik vertikal, daerah, atau swasta mau melayani masyarakat terkait dengan HIV dengan baik, memperluas kampanye 'Aku Bangga Aku Tahu' termasuk sosialisasi AIDS Digital. Serta memberi layanan kepada ODHA tanpa diskriminasi dan stigma. Serta memberi pelayanan komprehensif berkesinambungan terkait HIV-AIDS," papar Nafsiah.
Hal itu disampaikan Nafsiah dalam acara Peluncuran Tampilan Baru Website Kementerian Kesehatan dan Aplikasi AIDS Digital di Kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013)
Nafsiah menambahkan hampir 71 persen kasus baru HIV terjadi pada kelompok muda. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui AIDS Digital ini diharapkan masyarakat bisa menjauhi perilaku berisiko, tahu, dan mau melakukan upaya pencegahan, serta mau melakukan tes kesehatan jika dia melakukan perilaku berisiko. Sehingga getting to zero yaitu zero new infection, zero related death dan zero stigma and discrimination bisa dicapai.
Hari ini, tak hanya AIDS digital saja yang diluncurkan tetapi juga tampilan baru website Kementerian Kesehatan. "Website yang dulu membosankan, tidak user friendly ternyata bisa dibuat lebih baik. Saya lebih bangga lagi dengan Kementerian Kesehatan karena bisa tingkatkan kerjasama dengan LSM seperti IAC dan teman dari populasi kunci lain," kata Nafsiah.
Tampilan baru website Kementerian Kesehatan akan lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi mengenai kesehatan. Tautan link AIDS Digital dan beberapa link terkait informasi kesehatan lainnya kini juga bisa diakses melalui website Kementerian Kesehatan yang memiliki tampilan baru.
Kini website Kementerian Kesehatan memiliki kelebihan dibanding sebelumnya, seperti bisa diakses dari handphone dan tablet, serta bisa terkait dengan berbagai link tentang kesehatan termasuk AIDS Digital. Menkes juga berharap website ini bisa melakukan pemutakhiran data secara periodik sehingga informasi mengenai kesehatan bisa terus di-update oleh masyarakat.
Dengan adanya AIDS Digital, Menteri Kesehatan dr Nafsiah mboi, SpA, MPH berharap masyarakat tak malu lagi atau enggan untuk mencari layanan terkait HIV. Dengan aplikasi ini, biaya, tenaga, dan waktu bisa dihemat jika masyarakat ingin mengakses informasi atau layanan untuk HIV-AIDS.
"Saya juga minta jajaran rumah sakit baik vertikal, daerah, atau swasta mau melayani masyarakat terkait dengan HIV dengan baik, memperluas kampanye 'Aku Bangga Aku Tahu' termasuk sosialisasi AIDS Digital. Serta memberi layanan kepada ODHA tanpa diskriminasi dan stigma. Serta memberi pelayanan komprehensif berkesinambungan terkait HIV-AIDS," papar Nafsiah.
Hal itu disampaikan Nafsiah dalam acara Peluncuran Tampilan Baru Website Kementerian Kesehatan dan Aplikasi AIDS Digital di Kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013)
Nafsiah menambahkan hampir 71 persen kasus baru HIV terjadi pada kelompok muda. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui AIDS Digital ini diharapkan masyarakat bisa menjauhi perilaku berisiko, tahu, dan mau melakukan upaya pencegahan, serta mau melakukan tes kesehatan jika dia melakukan perilaku berisiko. Sehingga getting to zero yaitu zero new infection, zero related death dan zero stigma and discrimination bisa dicapai.
Hari ini, tak hanya AIDS digital saja yang diluncurkan tetapi juga tampilan baru website Kementerian Kesehatan. "Website yang dulu membosankan, tidak user friendly ternyata bisa dibuat lebih baik. Saya lebih bangga lagi dengan Kementerian Kesehatan karena bisa tingkatkan kerjasama dengan LSM seperti IAC dan teman dari populasi kunci lain," kata Nafsiah.
Tampilan baru website Kementerian Kesehatan akan lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi mengenai kesehatan. Tautan link AIDS Digital dan beberapa link terkait informasi kesehatan lainnya kini juga bisa diakses melalui website Kementerian Kesehatan yang memiliki tampilan baru.
Kini website Kementerian Kesehatan memiliki kelebihan dibanding sebelumnya, seperti bisa diakses dari handphone dan tablet, serta bisa terkait dengan berbagai link tentang kesehatan termasuk AIDS Digital. Menkes juga berharap website ini bisa melakukan pemutakhiran data secara periodik sehingga informasi mengenai kesehatan bisa terus di-update oleh masyarakat.








0 komentar:
Posting Komentar