This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 31 Oktober 2013

Pesan Menkes untuk Tenaga Medis dalam Melayani Pasien HIV-AIDS


 Untuk memperoleh informasi dasar atau layanan HIV-AIDS, masyarakat tak perlu lagi langsung datang ke rumah sakit atau puskesmas. Sebab, mulai hari ini, masyarakat bisa memperoleh informasi HIV-AIDS melalui aplikasi AIDS Digital yang tersedia dalam bentuk webisite atau mobile application.

Dengan adanya AIDS Digital, Menteri Kesehatan dr Nafsiah mboi, SpA, MPH berharap masyarakat tak malu lagi atau enggan untuk mencari layanan terkait HIV. Dengan aplikasi ini, biaya, tenaga, dan waktu bisa dihemat jika masyarakat ingin mengakses informasi atau layanan untuk HIV-AIDS.

"Saya juga minta jajaran rumah sakit baik vertikal, daerah, atau swasta mau melayani masyarakat terkait dengan HIV dengan baik, memperluas kampanye 'Aku Bangga Aku Tahu' termasuk sosialisasi AIDS Digital. Serta memberi layanan kepada ODHA tanpa diskriminasi dan stigma. Serta memberi pelayanan komprehensif berkesinambungan terkait HIV-AIDS," papar Nafsiah.

Hal itu disampaikan Nafsiah dalam acara Peluncuran Tampilan Baru Website Kementerian Kesehatan dan Aplikasi AIDS Digital di Kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013)

Nafsiah menambahkan hampir 71 persen kasus baru HIV terjadi pada kelompok muda. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui AIDS Digital ini diharapkan masyarakat bisa menjauhi perilaku berisiko, tahu, dan mau melakukan upaya pencegahan, serta mau melakukan tes kesehatan jika dia melakukan perilaku berisiko. Sehingga getting to zero yaitu zero new infection, zero related death dan zero stigma and discrimination bisa dicapai.

Hari ini, tak hanya AIDS digital saja yang diluncurkan tetapi juga tampilan baru website Kementerian Kesehatan. "Website yang dulu membosankan, tidak user friendly ternyata bisa dibuat lebih baik. Saya lebih bangga lagi dengan Kementerian Kesehatan karena bisa tingkatkan kerjasama dengan LSM seperti IAC dan teman dari populasi kunci lain," kata Nafsiah.

Tampilan baru website Kementerian Kesehatan akan lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi mengenai kesehatan. Tautan link AIDS Digital dan beberapa link terkait informasi kesehatan lainnya kini juga bisa diakses melalui website Kementerian Kesehatan yang memiliki tampilan baru.

Kini website Kementerian Kesehatan memiliki kelebihan dibanding sebelumnya, seperti bisa diakses dari handphone dan tablet, serta bisa terkait dengan berbagai link tentang kesehatan termasuk AIDS Digital. Menkes juga berharap website ini bisa melakukan pemutakhiran data secara periodik sehingga informasi mengenai kesehatan bisa terus di-update oleh masyarakat.

Musim Hujan Tiba, Cegah Radang Amandel dengan Cara Mudah Ini


Saat pergantian musim seperti saat ini, tonsilitis atau radang amandel pasti akan sering terjadi. Selain menimbulkan rasa nyeri saat menelan, jika berlanjut juga bisa membuat Anda menjadi demam dan flu. Tak perlu sulit, radang amandel juga bisa dicegah, lho. 

Radang amandel umumnya terjadi akibat adanya bakteri atau virus. Meskipun orang dewasa juga bisa mengalaminya, namun sebagian besar justru dialami oleh anak-anak. Gejala dari radang amandel yang paling umum antara lain demam, sakit kepala, nyeri di tenggorokan, dan kesulitan untuk menelan. Berikut beberapa cara untuk mencegah radang amandel, seperti dilansirBoldsky, Kamis (31/10/2013):

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk, maka besar kemungkinan Anda akan mengalami radang amandel. Oleh karena itu, perbanyak asupan vitamin C dari buah-buahan seperti mangga, jeruk, dan sayuran lainnya. 

2. Hilangkan kebiasaan buruk
Sebaiknya hilangkan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Selain menurunkan daya tahan tubuh, kebiasaan buruk ini juga membuat Anda berisiko untuk mengidap kanker di masa depan. 

3. Penggunaan antibiotik
Radang amandel dapat dicegah dengan minum antibiotik yang diresepkan oleh dokter Anda. Jika radang amandel muncul disertai dengan demam tinggi, maka antibiotik dapat menjadi obat terbaik. Anda juga bisa berkumur dengan sari cuka apel untuk mengurangi peradangan di tenggorokan.

4. Sering berkumur 
Ketika Anda mulai merasa muncul gejala radang amandel, segera perbanyak berkumur dengan obat kumur atau air garam. Jika Anda melakukan ini secara teratur, bakteri akan hilang dan mengurangi risiko munculnya radang amandel. 

5. Jaga kebersihan gigi
Ini merupakan faktor yang paling penting. Untuk mencegah datangnya radang amandel, Anda perlu menjaga kebersihan gigi. Dianjurkan untuk mengunjungi dokter gigi secara teratur. Selain itu, rajinlah menggosok gigi agar terhindar dari datangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.

6. Operasi
Jika sudah terlalu sering mengalami radang amandel, ada baiknya untuk melakukan operasi pengangkatan amandel. Pastikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk melakukan operasi ini. Sebab jika masih bisa diatasi dengan cara lain, maka dokter biasanya akan memberi obat saja. 


Sumber : Detik Health

Bosan Gemuk? Konsumsi Cukup Serat Tiap Hari Agar Lebih Langsing


Sudahkah Anda mengonsumsi cukup serat setiap harinya? Seringkali orang lupa bahwa konsumsi serat memberikan efek yang sangat baik bagi sistem pencernaan dan dapat membantu program penurunan berat badan Anda.

Dilansir Huffington Post, Jumat (1/11/2013), sebuah studi terbaru yang melibatkan lebih dari 23.000 responden menunjukkan bahwa mengonsumsi jumlah serat lebih rendah dalam diet membuat mereka berisiko tinggi untuk menjadi obesitas. Tak hanya itu, mereka yang kurang konsumsi serat juga cenderung lebih berisiko mengalami sindrom metabolik dan peradangan kardiovaskular.

"Temuan kami menunjukkan bahwa dari sejumlah responden tersebut, total tingkat asupan seratnya masih sangat rendah dibandingkan dengan yang direkomendasikan. Ini berarti konsumsi serat masih belum terlalu dianggap penting," kata salah seorang peneliti, Cheryl R. Clark, MD, Sc.D., dari The Center for Community Health and Health Equity, Brigham and Women's Hospital, dan Harvard Medical School.

Sesuai pedoman dari Institute of Medicine, wanita berusia 19-50 tahun harus mengonsumsi setidaknya 25 gram serat setiap hari, sedangkan pria pada kelompok usia yang sama harus mengonsumsi minimal 38 gram serat setiap harinya. Sementara wanita yang berusia di atas 50 tahun sebaiknya mengonsumsi sekitar 21 gram serat setiap hari dan pria dalam usia yang sama mengonsumsi 30 gram serat per hari.

Konsumsi cukup serat tidak hanya akan memperbaiki sistem pencernaan dan membantu menurunkan berat badan, tetapi juga melindungi jantung dan mengurangi risiko stroke. 

Makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan tinggi akan serat. Sebuah cangkir raspberry mengandung 8 gram serat, sebuah apel dengan kulit memiliki 4,4 gram serat, dan secangkir lentil memiliki 15,6 gram serat.

Sumber : Detik Health

Mata Lelah Lalu Dikucek? Bisa Infeksi, Bisa Juga Jadi Silinder


Ada banyak cara untuk membuat mata lelah terasa lebih nyaman, salah satunya dikucek. Namun cara ini sangat tidak dianjurkan, sebab selain memicu infeksi juga bisa mengubah kontur mata dan memicu astigmatisma atau mata silinder.

Mata silinder antara lain disebabkan oleh kontur mata yang tidak normal. Luka yang terjadi saat mata dikucek merupakan salah satu penyebab kontur mata berubah, sehingga butuh kacamata dengan lensa silinder untuk bisa melihat dengan baik seperti semula.

"Seperti aspal, kalau kena hujan atau dilewati mobil besar kan rusak. Nah, mata juga begitu kalau sering dikucek," kata dr Nina Ratnaningsih, SpM, MSc (CEH), pakar oftalmologi komunitas dari RS Cicendo, Bandung, dalam perbincangan dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (29/10/2013).

Hingga tingkat keparahan tertentu, hampir semua orang sebenarnya mengalami astigmatisme. Seperti dikutip dari WebMD, penggunaan kacamata silinder bahkan tidak terlalu diperlukan pada astigmatisme ringan selama tidak disertai gangguan lain seperti rabun dekat atau rabun jauh.

Selain risiko astigmatisma, risiko infeksi tentu harus diwaspadai bila terjadi luka pada mata akibat dikucek. Kuman apapun bisa menempel di tangah yang tidak bersih, lalu akan berpindah ke mata saat mengucek. Bila terjadi luka, kuman itu pun menjadi lebih mudah masuk ke mata.

Agar tidak perlu dikucek, mata sebaiknya dijaga kesehatannya. Jangan sampai terlalu lelah agar tidak berair, atau justru kering karena terlalu banyak mengalami penguapan. Bila kelembabannya terganggu, maka rasa tidak nyaman di mata akan menggoda tangan untuk menguceknya.

Kalaupun terasa kering dan tidak nyaman, lebih baik gunakan tetes mata daripada harus dikucek. Memang butuh sedikit modal untuk beli tetes mata, namun tidak ada ruginya bila dibandingkan risiko infeksi maupun mata silinder bila mata harus dikucek.

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama Jika Anak Demam di Malam Hari


 Demam memburuk pada malam hari karena suhu tubuh naik secara alami di malam hari. Akibatnya, demam yang ringan di siang hari dapat naik dengan mudah ketika tidur. Pada anak-anak, demam akan menyebabkan ketidaknyamanan.

Lakukan hal-hal berikut untuk pertolongan pertama:

1. Periksa suhu anak. Lakukan lewat dubur jika anak berusia di bawah 6 bulan.

2. Jika usianya lebih dari 1 tahun, berikan Asetaminofen.

3. Tunggu setengah jam dan periksa suhunya lagi.

4. Jika belum mulai turun, berikan ibuprofen juga.

5. Asetaminofen dapat diberikan setiap 4 jam, ibuprofen diberikan setiap 6 - 8 jam.

6. Anak dapat dimandikan pada suhu ruangan (25° - 27° C) untuk membantu mendinginkan suhu tubuhnya.

7. Pastikan anak tetap terhidrasi dengan memberikan air, susu formula atau ASI jika masih bayi sebelum anak kembali tidur.

8. Untuk demam di atas 38° C pada bayi dibawah 3 bulan, perlu penanganan langsung oleh dokter.

9. Segera bawa ke dokter jika suhu tinggi disertai dengan kelesuan, muntah, diare, leher kaku, atau ruam yang tidak biasa.

Pertolongan Pertama pada Wanita Keguguran


Peristiwa keguguran adalah keluarnya janin pada wanita hamil sebelum kandungannya mencapai 20 minggu. Data menunjukkan bahwa keguguran wanita hamil dapat mencapai 20% dari kehamilan.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', tanda-tanda keguguran adalah rasa kram pada perut bagian bawah dan diikuti perdarahan. Walaupun terkadang kram dan perdarahan belum terjadi, apabila ada tanda-tanda yang mencurigakan tentang kehamilannya, maka segera bawa ke dokter untuk memastikan status kehamilan.

Jika merasakan tanda-tanda keguguran, lakukan hal sebagai berikut:

- Hentikan semua aktivitas.

- Lakukan relaksasi. Atur napas dan tenangkan pikiran

- Berbaring di tempat tidur

- Jika ada sesuatu keluar dari vagina, simpan di dalam wadah khusus agar dapat dicek oleh dokter

- Jika terjadi perdarahan dan berlanjut, segera bawa ke unit gawat darurat

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Perdarahan Dalam


Berbeda dengan perdarahan luar, perdarahan dalam seringkali tidak kelihatan. Bila seseorang terkena pukulan, terjatuh atau kecelakaan lain, sebaiknya kemungkinan ini perlu diantisipasi.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala-gejala perdarahan dalam adalah:
- Korban muntah berwarna gelap seperti kopi atau merah pekat
- Batuk darah berwarna merah segar dan atau berbusa
- Tinja berwarna hitam bercampur darah merah
- Muka terlihat pucat
- Tubuh kedinginan atau kulit terasa lembab
- Mata berkunang-kunang
- Perut membesar
- Gelisah
- Kehausan
- Ketakutan
- Kebingungan

Apabila menemukan kondisi seperti ini, penanganan yang dapat dilakukan adalah:
- Jaga korban agar tetap lancar bernapas
- Usahakan korban tenang untuk menghindari syok
- Jangan pindahkan korban jika mengalami luka di bagian kepala, leher dan tulang belakang
- Jika tidak ada indikasi luka dan tidak mengalami syok, pindahkan dengan posisi tidur
- Jangan memberi minum pada korban
- Periksa kembali dan tangani bila ada luka lain seperti patah tulang
- Panggil paramedis atau bawa segera ke dokter atau unit gawat darurat

Sumber : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Perdarahan


 Ada 2 tipe perdarahan, yaitu perdarahan yang berasal dari pembuluh darah vena dan perdarahan yang berasal dari pembuluh darah arteri. Perdarahan pada pembuluh darah vena berwarna agak gelap dan mengalir secara spontan. Sedangkan perdarahan dari pembuluh darah arteri warnanya lebih terang dan alirannya memancar dari tubuh yang terluka.

Perdarahan pada arteri dapat menyebabkan kondisi kritis, sebab darah yang terpompa keluar dengan kecepatan melebihi rata-rata. Akibatnya, korban akan banyak kehilangan darah.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', menekan langsung pada daerah yang terluka adalah salah tindakan yang dapat dilakukan untuk menghentikan perdarahan, walaupun menyebabkan rasa sakit pada bagian tersebut.

Cara penekanan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

1. Letakkan kain tebal yang bersih atau steril seperti saputangan, potongan handuk atau lembaran kain langsung pada area yang terluka. Kemudian tekan perlahan dengan telapak tangan Anda. Apabila tidak ada kain, gunakan tangan atau jari untuk menekan.

2. Teruskan menekan dengan tekanan konstan.

3. Jangan melepaskan kain yang digunakan untuk menekan luka.

4. Apabila darah telah memenuhi kain, jangan dilepas, tetapi tambahkan dengan kain baru dan letakkan di atasnya. Kemudian lanjutkan lagi menahannya dengan tangan Anda.

5. Apabila perdarahan terhenti atau berkurang, gunakan perban untuk diikatkan pada kain penutup luka.

6. Tali perban jangan terlalu kencang untuk menghindari aliran darah arteri terhenti.

7. Usahakan luka pada posisi di atas organ jantung.

Sumber  : Detik Health

Pertolongan Pertama pada Patah Tulang


Patah tulang umumnya disebut dengan fraktur dan digolongkan menjadi 2 macam, yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Pada fraktur tertutup, tulang yang patah tidak sampai keluar melewati kulit. Sedangkan pada fraktur terbuka, sebagian atau keseluruhan tulang yang patah terlihat menembus kulit. Kasus ini dapat berbahaya karena korban kemungkinan akan kehilangan banyak darah dan rawan infeksi.

Jangan memindahkan korban kecuali ada tenaga medis yang berpengalaman, khususnya apabila bagian yang terluka adalah kepala, leher atau tulang belakang. Jika harus dipindahkan, pastikan bagian yang terluka tidak bergeser atau bergerak karena proses pemindahan. Contohnya, ikat bagian kaki yang terluka dengan kaki yang tidak terluka, baru kemudian dipindahkan.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala patah tulang antara lain:
- Korban merasa atau mendengar bunyi patahan tulang
- Bagian yang terluka terasa sakit sekali, terutama saat disentuh atau digerakkan
- Sulit menggerakkan bagian yang terluka
- Gerakan bagian tubuh yang terluka tidak normal atau tidak seperti biasanya
- Terlihat bengkak
- Ada rasa sensasi tidak enak pada ujung tulang tubuh yang terluka
- Terlihat ada perubahan bentuk
 Ukuran atau panjang tulang berbeda dengan pasangan tubuh lainnya
- Bagian tubuh yang luka terlihat membiru

Apabila menemui gejala-gejala di atas, penanganan darurat yang dapat dilakukan adalah:

1. Buka jalan napas, lakukan napas buatan jika diperlukan
2. Hentikan perdarahan apabila terjadi patah tulang terbuka. Gunting pakaian korban sebelum melakukan pertolongan.
3. Bila korban tak sadarkan diri, anggap ia mengalami luka di bagian kepala, leher atau tulang belakang.
4. Jangan mencoba untuk mengembalikan tulang yang terlihat keluar.
5. Jangan membersihkan luka atau menyisipkan sesuatu pada tulang yang luka meskipun tujuannya untuk menolong.
6. Tutup luka secara perlahan dengan kain steril atau perban untuk menghentikan perdarahan.
7. Tutup luka secara keseluruhan, termasuk tulang yang menonjol keluar.
8. Hubungi paramedis atau ambulans, jangan mengangkat korban yang terluka di bagian kepala, leher atau tulang belakang tanpa memakai tandu. Jaga kepala tetap lurus dengan badan.
9. Bila pertolongan medis belum datang sementara korban harus dibawa ke rumah sakit, gunakan splint di atas dan di bawah luka sebelum korban dipindah.
10. Jangan memberi minuman atau makanan pada korban.

Sumber : Detik Health

Selasa, 29 Oktober 2013

Pertolongan Pertama untuk Serangan Jantung


Serangan jantung sampai saat ini masih menjadi penyakit yang menakutkan. Banyak orang berpikir akan sulit selamat jika terkena serangan jantung karena penanganan detik demi detik begitu berharga. Ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk memberikan pertolongan pertama pada orang yang terkena serangan jantung.

Jika seseorang mengalami gejala serangan jantung, maka bisa lakukan hal berikut ini:

1. Duduklah atau berbaring. Hentikan segala aktifitas dan jangan lakukan banyak gerakan. Banyak bergerak dapat memperburuk kerusakan tubuh akibat serangan jantung.

2. Telepon nomor darurat untuk meminta pertolongan. Segera hubungi rumah sakit terdekat atau minta orang lain untuk menghubungi ambulans. Jangan buang waktu untuk segera telepon dokter pribadi, teman atau anggota keluarga lainnya.

3. Jika dokter telah memberikan tablet nitroglyserin, segera minum obat tersebut. Obat tersebut bisa dikonsumsi setiap 5 menit sekali satu tablet sampai rasa sakitnya hilang. Jangan mengkonsumsi tablet nitroglyserin jika tidak diberikan dokter.

4. Mengunyah aspirin asal tidak mengalami alergi. Aspirin akan menghambat penggumpalan darah dan membantu darah tetap mengalir ke arteri. Mengunyah aspirin selama serangan jantung bisa menurunkan risiko kematian hingga 25 persen.

5. Kenali tanda-tanda serangan jantung dan bawa selalu obat-obatan yang iberikan dokter. Pertolongan yang cepat bisa mencegah kerusakan serius pada jantung dan memungkinkan pasien untuk bertahan hidup.