This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 26 November 2013

Meski Besok Dokter se-RI Kompak Tak Praktik, Puskesmas Tetap Berjalan


Rabu 27 November 2013 besok, dokter se-Indonesia kompak tidak akan berpraktik sebagai wujud solidaritas atas penangkapan dr Dewa Ayu Sasiary Prawani, SpOG dan koleganya terkait dugaan malpraktik. Meski demikian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memastikan layanan di puskesmas dan di RS pemerintah untuk pasien pemegang jamkesmas maupun jamkesda tetap berjalan seperti biasa.

"Kalau untuk di puskesmas tetap ada pelayanan karena seperti surat edaran IDI, kami garis bawahi pelayanan kepada masyarakat miskin tetap dilakukan. Apalagi sebagian besar pasien di puskesmas itu kan berasal dari masyarakat miskin. Selain puskesmas, terutama di RS pemerintah tetap memberikan pelayanan pada pasien yang memiliki jamkesmas dan jamkesda," papar Ketua IDI, Dr Zaenal Abidin, MH, saat ditemui di kantornya, Jl Samratulangi, Jakarta, Selasa (22/11/2013).

Dipaparkan dr Zaenal, pada Rabu besok, para dokter akan datang ke rumah sakit kemudian melakukan perenungan dan doa bersama. Setelah itu mereka diperkenankan pulang ke rumah atau tetap berada di RS namun tanpa memberikan pelayanan seperti biasa. Pelayanan hanya diberikan kepada pasien di unit gawat darurat (UGD) dan pasien miskin.

"Dokter yang visit pada pasien rawat inap akan melakukan visit pagi-pagi sekali. Sebab pasien rawat inap kan sudah terlanjur masuk. Tapi setelah itu ya sudah, mereka tidak akan praktik lagi," sambung dr Zaenal.

Berapa jumlah dokter yang berkomitmen melakukan aksi solidaritas besok? "Kami tidak bisa memastikan, karena itu juga tergantung IDI cabang di tiap daerah masing-masing. Apalagi jumlah anggota IDI ada lebih dari 100 ribu dokter," terangnya.

"Kami mohon maaf untuk aksi besok, karena ini merupakan hal yang paling pahit terkait dengan ketidakadilan yang didapat anggota kami. Karena biar bagaimanapun, suatu organisasi yang anggotanya tidak mendapat ketidakadilan maka kami akan menuntut keadilan itu," tegas dr Zaenal.

Sebelumnya diberitakan dr Ayu dan kedua koleganya divonis bersalah oleh hakim kasasi di Mahkamah Agung (MA). Keputusan ini membalik putusan Pengadilan Negeri (PN) Manado setebal 95 halaman yang membebaskan dr Ayu dkk. Dalam putusan yang dikutip detikcom, ketiga dokter tersebut dipidana karena kealpaannya menyebabkan orang lain meninggal dunia, yaitu pasien Siska Makatey yang melahirkan dengan operasi caesar.

Saat ini, dua dokter yaitu dr Ayu dan dr Hendry Simanjuntak telah dieksekusi jaksa dan masuk ke Rutan Malendeng, Manado. Sedang dr Hendry Siagian masih dalam pencarian. Mereka harus menghabiskan 10 bulan di balik terali besi. Saat ini proses peninjauan kembali (PK) atas kasus tersebut tengah diajukan.

Dokter Indonesia Mogok Praktik? Aksi Solidaritas dr Ayu, Menkes: Masyarakat Harus Mengerti Perasaan Dokter


Rencana aksi demo dokter Rabu (27/11) besok ada yang mengkritik. Namun Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi bisa memahami maksud gerakan tersebut. Dia meminta masyarakat mengerti perasaan para tenaga medis itu.

"Layanan kepada pasien tidak ada yang terlambat, tidak ada yang dirugikan, media dan masyarakat harus mengerti perasaan ini. Jika ada teman kalian ada yang diperlakukan tidak adil seperti itu," kata Nafsiah di kantor presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (26/11/2013).

Meski memberikan dukungan demo, Nafsiah tetap meminta para dokter agar mengutamakan pasien. Dia pun yakin mereka akan melayani masyarakat seperti biasa.

Terkait kasus hukum yang menimpa dr Dewa Ayu, Nafsiah mengaku cukup prihatin dengan putusan Mahkamah Agung. Secara prinsip, dokter pasti ingin menyelamatkan orang lain, bukan untuk membunuh seseorang.

"Dokter Ayu pun demikian, berusaha menolong ibu hamil dan anaknya yang memang sedang gawat," terangnya.

"Sudah ada pemeriksaan, dari PN bebas murni, dari majelis etik semua prosedur telah dilakukan, tidak ada pelanggaran, dari autopsi juga sudah. Inilah kemudian kenapa kok bisa kasasi keputusan MA bersalah," ujarnya heran.

Karena itu, Nafsiah berharap langkah Peninjauan Kembali yang akan diajukan bisa direspons positif oleh hakim MA.

Dokter Indonesia Mogok Praktik? Tak Ada Rencana Demo, Dokter Kandungan di Yogya Besok Tetap Tak Praktik


Yogyakarta, Sebagai bentuk protes, seluruh dokter kandungan se-Indonesia berencana akan menggelar aksi solidaritas terkait kasus kriminalisasi yang dialami sejumlah rekan sejawat mereka di Manado serentak pada besok, Rabu, 27 November 2013. Bagaimana dengan di Yogyakarta?

"Kita baru mau rapat ini tadi. Tapi tidak akan ada aksi. Hanya menunjukkan solidaritas saja," tutur dr Addin Trirahmanto, SpOG, sekretaris Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) DI Yogyakarta, ketika dihubungi detikHealth, Selasa (26/11/2013).

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini pun menegaskan yang ia dan rekan-rekannya esok hari lakukan bukanlah mogok atau libur, tapi hanya tidak berpraktik selama sehari sebagai bentuk dukungan kepada sejumlah dokter di Manado yang mengalami kriminalisasi.

Para dokter kandungan yang berpraktik di rumah sakit tetap masuk seperti biasanya, itu pun hanya menangani pasien emergency atau gawat darurat dan pasien miskin.

"Kita tidak menangani pasien yang elektif, elektif kan artinya tidak emergency. Tidak melakukan kegiatan yang sifatnya bukan emergency. Untuk yang praktik pribadi, kan yang (praktik) di rumah itu tidak emergency ya kita himbau," sambungnya.

Kendati begitu POGI DIY juga tidak bisa melarang atau pun memberikan sanksi apabila ditemukan dokter kandungan yang berpraktik di rumah tetap membuka layanannya.

dr Addin juga mengiyakan jika aksi yang dilakukan segenap dokter kandungan di Yogyakarta hanya sebatas aksi memasang pita hitam maupun tidak melakukan praktik.

Sebelumnya dikabarkan dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani, SpOG dan kedua rekannya divonis bersalah oleh hakim kasasi Mahkamah Agung. Putusan ini membalik putusan Pengadilan Negeri Manado yang membebaskan dr Ayu dan rekan-rekannya itu setelah diduga lalai hingga menyebabkan pasien meninggal dunia.

Saat ini dr Ayu dan salah satu rekannya, dr Hendry Simanjuntak telah dieksekusi di Rutan Malendeng, Manado. Keduanya divonis penjara selama 10 bulan. Sedangkan satu dokter lagi yaitu dr Hendy Siagian masih buron. Proses peninjauan kembali (PK) atas kasus ini pun sedang diajukan.

Minggu, 17 November 2013

Risiko Stroke Turun Jika Jalan Kaki Lebih Lama, Bukan Lebih Cepat

Manfaat olahraga ringan seperti jalan kaki memang telah lama diakui, salah satunya menurunkan risiko stroke. Namun sebuah studi menemukan manfaat itu baru terasa jika seseorang menghabiskan lebih banyak waktu untuk jalan kaki, bukan sekadar jalan cepat saja.

Menurut peneliti hanya dengan berjalan kaki sedikitnya satu hingga dua jam sehari maka risiko stroke pada orang-orang berusia 60-an tahun akan berkurang. Tapi olahraga jalan kaki yang dimaksud bukanlah jalan kaki yang membutuhkan banyak tenaga atau berkecepatan tinggi, melainkan yang biasa saja.

Fakta ini telah dibuktikan peneliti dengan mengamati 3.435 pria berusia 60-80 tahun yang ditanyai tentang jarak yang mereka tempuh untuk berjalan kaki setiap minggunya dan kecepatan yang mereka pakai biasanya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (16/11/2013), ternyata partisipan yang rutin jalan kaki selama 8-14 jam per minggu kemungkinannya sepertiga lebih kecil untuk mengidap stroke ketimbang partisipan yang berjalan kaki kurang dari tiga jam seminggu. Bahkan bagi pria yang berjalan lebih dari 22 jam per minggu, risikonya mencapai dua per tiga lebih rendah.

"Jadi jika Anda terus mengamati 1.000 pria yang rutin jalan kaki 8-14 jam perminggu selama 10 tahun, rata-rata mereka hanya akan mengalami 55 kali stroke, tapi bagi kelompok yang hanya berjalan kaki tiga jam perminggu strokenya bisa sampai 80 kali," terang peneliti Dr Barbara Jefferis dari University College London.

"Itu berarti waktu total yang dihabiskan untuk berjalan kaki dapat memberikan perlindungan yang lebih konsisten melawan stroke daripada kecepatannya; dan secara keseluruhan tampaknya semakin lama waktu yang dihabiskan untuk jalan kaki, maka manfaatnya semakin besar," imbuhnya.

Dr. Shannon Amoils dari British Heart Foundation pun sepakat dengan temuan studi ini dan menimpali, "Berapapun usia Anda, penting untuk tetap aktif sepanjang hari. Dan studi ini memperlihatkan bahwa jalan kaki setiap hari dapat membantu mengurangi risiko stroke Anda. Setidaknya olahraga rutin, bahkan seperti jalan-jalan di taman saja bisa jadi cara efektif agar seseorang tetap sehat."


Sumber : Detik Health

Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua yang Punya Anak dengan Autisme

Memang tak mudah bagi orang tua untuk membesarkan anak dengan autisme. Sewaktu-waktu bisa saja orang tua mengalami kegoyahan mental dalam menghadapi kondisi buah hatinya. Lelah, stress, bahkan depresi merupakan hal-hal yang bisa dialami.

Menurut psikolog RA. Oriza Sativa, S.Psi, Psi, CH,CCR, hal ini memang lumrah dirasakan orang tua sebagai beban psikologis. Perilaku anak autistik yang cenderung tidak bisa diprediksi terkadang bisa membuat orang tua stres. Selain itu, karena autisme merupakan gangguan pervasive yang berlangsung sepanjang hidup, seringkali membuat orang tua putus asa dan merasa apa yang dilakukannya sia-sia.

"Puncaknya terutama saat anak masuk masa pubertas di mana dia juga kurang memiliki social skill. Tapi, beban psikoogis orang tua bisa diminimalisir dengan beberapa cara," kata Oriza dalam acara Talk Show 'Biomarker Skrining untuk Autisme: Sebuah Langkah Besar untuk Pendeteksian Berbasis Ilmiah' di RSIA Grand Family, Penjaringan, Jakarta Utara, dan ditulis Minggu (17/11/2013).

Orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter, minum obat dan vitamin yang diperlukan, terutama bagi orang tua yang memiliki penyakit seperti darah tinggi dan diabetes, makan makanan bergizi, istirahat cukup, mengalihkan stress dengan hobi, rekreasi, meditasi, curhat, serta berkonsultasi dengan psikolog jika diperlukan.

"Ibadah juga penting ya karena dengan kita berdoa pada Tuhan, kita akan merasa lebih tenang dan kita bisa mensugesti diri kita untuk lebih berpikir positif. Perilaku individu autistik yang beragam dan susah diprediksi jelas menimbulkan beban makanya kalau tidak ditangani secepatnya bisa mengakibatkan stress berkepanjangan bahkan depresi," jelas Oriza.

Selain beban psikologis, orang tua yang mempunyai anak dengan autisme juga bisa merasakan beban substansial. Misalnya masalah finansial seperti biaya terapi, konsultasi dokter, obat, serta suster. Belum lagi mencari terapis dan sekolah untuk anak autistik pun susah-susah gampang. Selain itu, Oriza mengatakan kecemburuan dari saudara kandung bisa jadi beban tersendiri untuk orang tua.

"Maka dari itu sebaiknya jangan sampai saudara kandung yang lain diabaikan. Penting juga bagi orang tua untuk memberi tahu mereka bahwa saudaranya spesial sehingga membutuhkan perhatian khusus. Tapi tetap orang tua harus memperhatikan mereka juga ya," kata Oriza

Sumber : DetikHealth

Jumat, 15 November 2013

3 Langkah Cegah Infeksi Penyakit di Rumah



Rumah adalah tempat bernaung beberapa anggota keluarga sekaligus tempat kegiatan dimulai dan diakhiri. Karena itu, tak heran jika banyak orang menganggap rumah adalah lokasi yang paling bersih dan nyaman.
 
Namun kenyataan berkata lain. Rumah merupakan lokasi yang memungkinkan terjadinya berbagai infeksi. "Sayangnya hanya 11 persen masyarakat yang menyadari rumah adalah sumber infeksi. Sedangkan 65 persen lainnya menganggap sumber infeksi terbesar adalah transportasi umum," kata anggota The Global Hygiene Council 2013 dari Indonesia, Dr. Hindra Irawan Satari, menggunakan data yang berasal dari survei bertajuk Global Infection Challenge.
 
Rumah di Indonesia dihuni lebih banyak orang daripada di belahan bumi Eropa. Akibatnya bila satu orang terkena flu atau diare, penyakit tersebut sangat mudah menular kepada penghuni rumah lain. Kondisi ini bisa dicegah, jika seluruh penghuni rumah menjaga kebersihan.
 
Menurut Hindra sedikitnya ada tiga kegiatan yang bisa dilakukan penghuni, untuk menjaga kebersihan rumah. Berikut kegiatannya
 
1. Rutin cuci tangan
 
"Ada lima jenis kegiatan yang mengharuskan cuci tangan. Tiga di antaranya adalah sebelum dan sesudah makan, serta usai buang air," kata Hindra. Cuci tangan harus menggunakan sabun dan air mengalir.
 
Sabun, akan meluruhkan dinding pada sel bakteri, sehingga membuatnya mudah bereaksi dengan komponen disinfektan. Selanjutnya air mengalir akan membersihkan organ dari sisa-sisa bakteri pengganggi.
 
2. Sering ganti lap rumah tangga
 
"Lap terutama yang di dapur harus sering diganti. Idealnya tiap lap hanya digunakan sekali," kata Hindra. Lap harus segera diganti bila telah dua kali digunakan.
 
Cara mencuci lap juga tidak bisa asal. Hindra menyarankan lap direbus terlebih dulu dalam suhu 60 derajat celcius. Selanjutnya lap bisa dicuci menggunakan deterjen dan air mengalir.
 
Perebusan merupakan tahap awal membunuh kuman. Selanjutnya, penggunaan deterjen akan menurunkan tegangan permukaan air, sehingga kuman lebih cepat terlepas dari lap. Setelah itu, lap dibilas menggunakan air mengalir untuk mengusir kuman sejauh mungkin.
 
3. Rutin membersihkan tumah 
 
Rumah harus dibersihkan minimal dua kali sehari. Saat membersihkan rumah gunakan cairan disinfektan yang sesuai.
 
Cairan disinfektan memang tidak membunuh bakteri 100 persen. Namun cairan ini menekan risiko penularan infeksi, sehingga penghuni rumah tetap sehat. Bila tidak ada cairan disinfektan, Hindra menyarankan penggunaan deterjen.
 
Untuk warga dengan kualitas air yang dipertanyakan, Hindra menyarankan, untuk merebus air terlebih dulu. Terutama bila air hendak digunakan untuk mandi atau mencuci.

Ketika Karang Gigi Tak Kunjung Dibersihkan, Ini yang Terjadi


 Merawat dan membersihkan gigi secara rutin memang merupakan hal yang sangat penting, namun masih sering disepelekan. Salah satunya adalah membersihkan karang gigi. Karang gigi yang tak rutin dibersihkan selain membuat penampilan gigi menjadi tak indah, juga bisa menimbulkan masalah lainnya. 

Karang gigi bisa menjadi salah satu penyebab dari beberapa penyakit rongga mulut seperti radang gusi (gingivitis) dan bau mulut (halitosis). Jika Anda memiliki pH air liur yang tinggi yaitu di atas 7 atau bersifat basa, maka Anda perlu menjaga kebersihan gigi lebih ketat. Sebab dengan kondisi tersebut Anda menjadi lebih mudah mengalami karang gigi. Bagaimana karang gigi terbentuk?

Awalnya dimulai dengan pembentukan plak, yaitu sisa makanan yang menempel di permukaan gigi. Plak yang semakin menumpuk jika tidak dibersihkan akan bercampur dengan timbunan kalsium, yang bersumber dari air ludah dan cairan gusi. Semua ini pada akhirnya akan mengeras sehingga menjadi karang. 

Salah satu efek yang ditimbulkan oleh karang gigi adalah radang gusi dan bau mulut. Sebab plak atau sisa makanan yang menumpuk akibat kurang menjaga kebersihan gigi akan membusuk, sehingga bakteri kemudian akan berkembang biak pada area tersebut.

Cara terbaik mengatasi radang gusi adalah dengan menghilangkan faktor penyebabnya, dalam hal ini si karang gigi tersebut. Perlu Anda ingat, karang gigi tidak dapat hilang begitu saja hanya dengan menggosok gigi atau berkumur. Karang gigi hanya dapat dihilangkan dengan alat khusus dan bisa dilakukan hanya oleh dokter gigi.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mengunjungi dokter gigi secara rutin. Dokter gigi akan memeriksa apakah di mulut Anda terdapat karang gigi atau karies. Jika memang ada, maka akan dibersihkan dengan cara yang tepat. Setelah itu, berkonsultasilah dengan dokter gigi mengenai frekuensi yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi berikutnya sesuai kondisi kesehatan mulut Anda.

"Saya sangat menyarankan bersihkan karang gigi itu paling tidak 6 bulan sekali, meskipun kadang ada juga yang sebelum 6 bulan sudah datang dan mau membersihkan karang giginya lagi," ujar Prof Dr Lindawati. S Kusdhany, drg., Sp.Pros(K), dokter gigi spesialis prostodonsia yang kini juga aktif sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Kedokteran Gigi UI, kepada detikHealth, Jumat (15/11/2013).

Selasa, 12 November 2013

Yuk, Hindari Diabetes dengan 30 Menit Jalan Kaki Tiap Hari


Olahraga sangat penting bagi pasien diabetes sebagai salah satu pengontrol kadar gula darahnya. Namun bagi mereka yang belum terkena diabetes, olahraga juga tetap penting sebagai pencegahan. Salah satu olahraga yang bisa dilakukan untuk menghindarkan diri dari diabetes adalah jalan kaki 30 menit setiap hari.

"Yang dianjurkan 30 menit jalan kaki, dilakukan 5 hari dalam seminggu. Jalannya bisa cepat, bisa pelan, atau bisa juga running," kata Ketua Persatuan Diabetes Indonesia, Prof Sidartawan Soegondo, MD, PhD, FACE, dalam peringatan Hari Diabetes Dunia yang digelar oleh PT Kalbe Farma Tbk di Lapangan Banteng, Jakarta, dan ditulis pada Senin (11/11/2013).

Jika tidak memiliki waktu di pagi hari untuk melakukan jalan kaki, maka aktivitas ini bisa dilakukan pada malam hari. Tak hanya itu, jalan-jalan di mal juga bisa membantu. Tapi sebaiknya saat jalan-jalan di mal bawalah uang sesedikit mungkin agar Anda tidak tergoda untuk berhenti di tempat penjual makanan.

"Jalan-jalan bisa jadi menyenangkan kalau dilakukan bersama-sama degan pacar, cucu, istri, suami. Dan ini bisa dilakukan kapan saja," sambung Prof Sidartawan.

Menurutnya waktu 30 menit yang digunakan untuk berjalan kaki tersebut bisa dibagi dalam 2 interval. Asalkan dilakukan dengan konsisten, pasti jalan kaki bisa memberi manfaat.

"Saya pernah punya pasien yang katanya sudah olahraga 5 jam dalam sehari tapi gula darahnya tetap tinggi. Saat dicari tahu olahraga apa yang dilakukan, ternyata olahraganya catur. Padahal seharusnya olahraga fisik, dan itu harus dilihat juga jenis dan usia yang melakukannya," tutur Prof Sidartawan.

Jika Anda ke mana-mana selalu diantar sopir pribadi atau mengandalkan ojek untuk mencapai rumah Anda, mungkin mulai saat ini perlu ada sedikit perubahan yang perlu Anda lakukan agar lebih sehat. Caranya adalah dengan meminta sopir atau penyedia jasa ojek menurunkan Anda beberapa meter dari rumah Anda. Nah, beberapa meter itu sudah sangat berguna untuk membuat kaki Anda melangkah lebih lama.

"Kalau diturunkannya sudah dekat rumah, sempatkan untuk jalan memutar, baru pulang ke rumah," ucap Prof Sidartawan memberikan kiat.

 Sumber : Detik Health

Selain Sakit Jantung, Pasien Diabetes Juga Berisiko Kena 2 Penyakit Ini


 Penyakit diabetes tidak hanya berisiko menimbulkan penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke. Pasien diabetes kemungkinan besar juga berisiko terkena retinopati diabetik, kerusakan mikrovaskular pada retina dengan gejala penurunan kemampuan penglihatan. 

Selain itu, diabetes mellitus juga menyebabkan periodontitis, yakni sejumlah penyakit peradangan yang mempengaruhi jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi. "Periodintitis juga sering disebabkan karena komplikasi penyakit gula. Gejalanya, gigi mudah lepas atau goyang meski gigi tersebut tidak berlubang dan keropos," kata dokter gigi spesialis konsultan bedah perio & Estetik Gigi, Dr drg. Ahmad Syaify di sela-sela acara pengabdian pada masyarakat dalam rangka Dies Natalis UGM ke 64, Selasa (12/11/2013).

Menurut dia salah satu tandanya adalah gigi mudah lepas dan goyang. Hal itu menunjukkan penderita sudah terkena penyakit gula.
Penyakit gula lanjut dia, sudah mengganggu saluran pembuluh darah kecil di sekitar gusi. Akibatnya gigi mengalami peradangan. Padahal jika terjadi radang, tingkat kadar gula darah pada penderita diabetes akan meningkat. 

"Yang harus diingat penyakit diabetes tidak boleh kena radang. Bila periodintitis sudah menyebabkan radang, maka status kadar gula darah sulit dikendalikan," katanya.

Sementara itu dokter spesialis mata, Fakultas Kedokteran (FK) UGM, dr Firman Setya Wardhana, Sp.M, M.Kes menambahkan risiko komplikasi diabetes pada gangguan mata kurang diperhatikan oleh pasien diabetes. Akibatnya, pasien yang datang ke RSU Dr Sardjito banyak ditemukan mengalami retinopati diabetik stadium lanjut. "Bila sudah demikian, tingkat kesembuhannya juga sangat sangat sulit," ungkap Firman.

Oleh karena itu, dia menganjurkan bagi mereka yang sudah terdeteksi kena penyakit diabetes dianjurkan untuk segera memeriksakan matanya pada dokter spesialis mata untuk ditanggulangi lebih awal. "Dengan screening lebih awal kita bisa mendeteksi sejak dini dan bisa mengedukasi pasien," sambungnya.

Menurut dia, deteksi dini retino diabetik ini dilakukan lewat empat tahapan pemeriksaan, yakni pemeriksaan ketajaman penglihatan, dan pemeriksaan tekanan bola mata yang bertujuan menghindari risiko pada peyakit glukoma. Selanjutnya, pemeriksaan foto retina dan pemeriksaan gizi lewat mengkur indeks masa tubuh.

Penderita retinopati diabetik ringan bisa disembuhkan lewat kontrol kadar gula darah. Untuk penderita stadium berat, disarankan untuk laser retina. Sedang untuk stadium paling berat biasanya terjadi pendarahan atau muncul jaringan ikat di retina. 

"Satu-satunya cara lewat operasi untuk disedot darahnya

Sumber : Detik Health

Jumat, 08 November 2013

Mencampur Beberapa Ramuan Jamu dalam Satu Gelas, Amankah?


Saat membeli jamu, pembeli seringkali meminta penjual jamu untuk mencampurkan beberapa ramuan untuk diminum sekaligus. Pedagang pun dengan senang hati menuang-nuangkan beberapa jenis jamu dalam gelas. Tak hanya sesama jamu, ada pula pedagang jamu yang mencampurnya dengan obat-obat berbahan kimia. Tujuannya tentu saja, agar kita dapat memperoleh khasiat-khasiat semua ramuan itu dalam sekali tenggak. Tapi, benarkah demikian?

"Kalau asal mencampur, ada reaksi antar zat jamu dengan unsur lain yang bisa saling meniadakan khasiat satu sama lain. Ada juga yang saling menguatkan dampak negatifnya, sehingga jadinya malah buruk untuk kesehatan. Makanya tidak boleh sembarangan," dr Aldrin Nelwan, Sp.AK., MARS., M.Kes., M.Biomed, ahli obat-obatan tradisional dari Rumah Sakit Kanker Darmais, Jakarta.

Dalam materinya, dr Aldrin menyampaikan beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi pada tubuh jika mengonsumsi campuran jamu yang salah, apalagi yang dicampur dengan obat kimia. Menurutnya, interaksi antar zat dalam jamu dan obat kimia dapat mempengaruhi fungsi penyerapan nutrisi dalam lambung dan usus.

Selain itu, bisa juga mengganggu fungsi distribusi, keseimbangan metabolisme tubuh, dan saluran pembuangan. Hal ini ia sampaikan dalam acara Pendampingan Pelaku Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR) di ruang Avara, Epicentrum Walk, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Jumat (8/11/2013).

"Keparahan dampak interaksi terhadap kesehatan itu bisa sampai kematian," sebut dr Aldrin.

dr Aldrin juga memberikan beberapa contoh bahan ramuan jamu yang tidak boleh dicampurkan. Menurutnya, interaksi antar zat tersebut akan saling meniadakan khasiat. Berikut beberapa contohnya:

1. Daun Jati Cina dan Daun Teh

Bahan ini bekerja pada saluran cerna. Daun jati cina bermanfaat untuk memperlancar buang air, sementara daun teh untuk menghambat rangsangan buang air.

2. Valerian dan Biji Pala

Keduanya bekerja pada saraf tidur, namun sifatnya bertolak belakang.

3. Bawang Putih dan Kurkumin

Campuran kedua zat ini berpengaruh pada hati. Bawang putih mengaktifkan enzim, sementara kurkumin sebaliknya.

4. Daun Kumis Kucing dan Makanan Mengandung Kalium

Kombinasi kedua zat ini akan membuat otot ‘bingung’. Daun kumis kucing melemaskan otot, sementara kalium menguatkan kontraksi otot.