Saat membeli jamu, pembeli seringkali meminta penjual jamu untuk mencampurkan beberapa ramuan untuk diminum sekaligus. Pedagang pun dengan senang hati menuang-nuangkan beberapa jenis jamu dalam gelas. Tak hanya sesama jamu, ada pula pedagang jamu yang mencampurnya dengan obat-obat berbahan kimia. Tujuannya tentu saja, agar kita dapat memperoleh khasiat-khasiat semua ramuan itu dalam sekali tenggak. Tapi, benarkah demikian?
"Kalau asal mencampur, ada reaksi antar zat jamu dengan unsur lain yang bisa saling meniadakan khasiat satu sama lain. Ada juga yang saling menguatkan dampak negatifnya, sehingga jadinya malah buruk untuk kesehatan. Makanya tidak boleh sembarangan," dr Aldrin Nelwan, Sp.AK., MARS., M.Kes., M.Biomed, ahli obat-obatan tradisional dari Rumah Sakit Kanker Darmais, Jakarta.
Dalam materinya, dr Aldrin menyampaikan beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi pada tubuh jika mengonsumsi campuran jamu yang salah, apalagi yang dicampur dengan obat kimia. Menurutnya, interaksi antar zat dalam jamu dan obat kimia dapat mempengaruhi fungsi penyerapan nutrisi dalam lambung dan usus.
Selain itu, bisa juga mengganggu fungsi distribusi, keseimbangan metabolisme tubuh, dan saluran pembuangan. Hal ini ia sampaikan dalam acara Pendampingan Pelaku Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR) di ruang Avara, Epicentrum Walk, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Jumat (8/11/2013).
"Keparahan dampak interaksi terhadap kesehatan itu bisa sampai kematian," sebut dr Aldrin.
dr Aldrin juga memberikan beberapa contoh bahan ramuan jamu yang tidak boleh dicampurkan. Menurutnya, interaksi antar zat tersebut akan saling meniadakan khasiat. Berikut beberapa contohnya:
1. Daun Jati Cina dan Daun Teh
"Kalau asal mencampur, ada reaksi antar zat jamu dengan unsur lain yang bisa saling meniadakan khasiat satu sama lain. Ada juga yang saling menguatkan dampak negatifnya, sehingga jadinya malah buruk untuk kesehatan. Makanya tidak boleh sembarangan," dr Aldrin Nelwan, Sp.AK., MARS., M.Kes., M.Biomed, ahli obat-obatan tradisional dari Rumah Sakit Kanker Darmais, Jakarta.
Dalam materinya, dr Aldrin menyampaikan beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi pada tubuh jika mengonsumsi campuran jamu yang salah, apalagi yang dicampur dengan obat kimia. Menurutnya, interaksi antar zat dalam jamu dan obat kimia dapat mempengaruhi fungsi penyerapan nutrisi dalam lambung dan usus.
Selain itu, bisa juga mengganggu fungsi distribusi, keseimbangan metabolisme tubuh, dan saluran pembuangan. Hal ini ia sampaikan dalam acara Pendampingan Pelaku Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR) di ruang Avara, Epicentrum Walk, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Jumat (8/11/2013).
"Keparahan dampak interaksi terhadap kesehatan itu bisa sampai kematian," sebut dr Aldrin.
dr Aldrin juga memberikan beberapa contoh bahan ramuan jamu yang tidak boleh dicampurkan. Menurutnya, interaksi antar zat tersebut akan saling meniadakan khasiat. Berikut beberapa contohnya:
1. Daun Jati Cina dan Daun Teh
Bahan ini bekerja pada saluran cerna. Daun jati cina bermanfaat untuk memperlancar buang air, sementara daun teh untuk menghambat rangsangan buang air.
2. Valerian dan Biji Pala
Keduanya bekerja pada saraf tidur, namun sifatnya bertolak belakang.
3. Bawang Putih dan Kurkumin
Campuran kedua zat ini berpengaruh pada hati. Bawang putih mengaktifkan enzim, sementara kurkumin sebaliknya.
4. Daun Kumis Kucing dan Makanan Mengandung Kalium
Kombinasi kedua zat ini akan membuat otot ‘bingung’. Daun kumis kucing melemaskan otot, sementara kalium menguatkan kontraksi otot.
2. Valerian dan Biji Pala
Keduanya bekerja pada saraf tidur, namun sifatnya bertolak belakang.
3. Bawang Putih dan Kurkumin
Campuran kedua zat ini berpengaruh pada hati. Bawang putih mengaktifkan enzim, sementara kurkumin sebaliknya.
4. Daun Kumis Kucing dan Makanan Mengandung Kalium
Kombinasi kedua zat ini akan membuat otot ‘bingung’. Daun kumis kucing melemaskan otot, sementara kalium menguatkan kontraksi otot.








0 komentar:
Posting Komentar