Olahraga sangat penting bagi pasien diabetes sebagai salah satu pengontrol kadar gula darahnya. Namun bagi mereka yang belum terkena diabetes, olahraga juga tetap penting sebagai pencegahan. Salah satu olahraga yang bisa dilakukan untuk menghindarkan diri dari diabetes adalah jalan kaki 30 menit setiap hari.
"Yang dianjurkan 30 menit jalan kaki, dilakukan 5 hari dalam seminggu. Jalannya bisa cepat, bisa pelan, atau bisa juga running," kata Ketua Persatuan Diabetes Indonesia, Prof Sidartawan Soegondo, MD, PhD, FACE, dalam peringatan Hari Diabetes Dunia yang digelar oleh PT Kalbe Farma Tbk di Lapangan Banteng, Jakarta, dan ditulis pada Senin (11/11/2013).
Jika tidak memiliki waktu di pagi hari untuk melakukan jalan kaki, maka aktivitas ini bisa dilakukan pada malam hari. Tak hanya itu, jalan-jalan di mal juga bisa membantu. Tapi sebaiknya saat jalan-jalan di mal bawalah uang sesedikit mungkin agar Anda tidak tergoda untuk berhenti di tempat penjual makanan.
"Jalan-jalan bisa jadi menyenangkan kalau dilakukan bersama-sama degan pacar, cucu, istri, suami. Dan ini bisa dilakukan kapan saja," sambung Prof Sidartawan.
Menurutnya waktu 30 menit yang digunakan untuk berjalan kaki tersebut bisa dibagi dalam 2 interval. Asalkan dilakukan dengan konsisten, pasti jalan kaki bisa memberi manfaat.
"Saya pernah punya pasien yang katanya sudah olahraga 5 jam dalam sehari tapi gula darahnya tetap tinggi. Saat dicari tahu olahraga apa yang dilakukan, ternyata olahraganya catur. Padahal seharusnya olahraga fisik, dan itu harus dilihat juga jenis dan usia yang melakukannya," tutur Prof Sidartawan.
Jika Anda ke mana-mana selalu diantar sopir pribadi atau mengandalkan ojek untuk mencapai rumah Anda, mungkin mulai saat ini perlu ada sedikit perubahan yang perlu Anda lakukan agar lebih sehat. Caranya adalah dengan meminta sopir atau penyedia jasa ojek menurunkan Anda beberapa meter dari rumah Anda. Nah, beberapa meter itu sudah sangat berguna untuk membuat kaki Anda melangkah lebih lama.
"Kalau diturunkannya sudah dekat rumah, sempatkan untuk jalan memutar, baru pulang ke rumah," ucap Prof Sidartawan memberikan kiat.
"Yang dianjurkan 30 menit jalan kaki, dilakukan 5 hari dalam seminggu. Jalannya bisa cepat, bisa pelan, atau bisa juga running," kata Ketua Persatuan Diabetes Indonesia, Prof Sidartawan Soegondo, MD, PhD, FACE, dalam peringatan Hari Diabetes Dunia yang digelar oleh PT Kalbe Farma Tbk di Lapangan Banteng, Jakarta, dan ditulis pada Senin (11/11/2013).
Jika tidak memiliki waktu di pagi hari untuk melakukan jalan kaki, maka aktivitas ini bisa dilakukan pada malam hari. Tak hanya itu, jalan-jalan di mal juga bisa membantu. Tapi sebaiknya saat jalan-jalan di mal bawalah uang sesedikit mungkin agar Anda tidak tergoda untuk berhenti di tempat penjual makanan.
"Jalan-jalan bisa jadi menyenangkan kalau dilakukan bersama-sama degan pacar, cucu, istri, suami. Dan ini bisa dilakukan kapan saja," sambung Prof Sidartawan.
Menurutnya waktu 30 menit yang digunakan untuk berjalan kaki tersebut bisa dibagi dalam 2 interval. Asalkan dilakukan dengan konsisten, pasti jalan kaki bisa memberi manfaat.
"Saya pernah punya pasien yang katanya sudah olahraga 5 jam dalam sehari tapi gula darahnya tetap tinggi. Saat dicari tahu olahraga apa yang dilakukan, ternyata olahraganya catur. Padahal seharusnya olahraga fisik, dan itu harus dilihat juga jenis dan usia yang melakukannya," tutur Prof Sidartawan.
Jika Anda ke mana-mana selalu diantar sopir pribadi atau mengandalkan ojek untuk mencapai rumah Anda, mungkin mulai saat ini perlu ada sedikit perubahan yang perlu Anda lakukan agar lebih sehat. Caranya adalah dengan meminta sopir atau penyedia jasa ojek menurunkan Anda beberapa meter dari rumah Anda. Nah, beberapa meter itu sudah sangat berguna untuk membuat kaki Anda melangkah lebih lama.
"Kalau diturunkannya sudah dekat rumah, sempatkan untuk jalan memutar, baru pulang ke rumah," ucap Prof Sidartawan memberikan kiat.
Sumber : Detik Health








0 komentar:
Posting Komentar