This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 20 Desember 2013

Golongan Darah Langka Golongan Darah Paling Langka di Dunia, Parabombay Salah Satunya


Berdasarkan antigen yang dimilikinya, darah memiliki 4 golongan yang terkenal yakni A, B, AB, atau O. Namun pada kasus tertentu, seseorang bisa dilahirkan dengan golongan darah langka di luar keempat golongan tersebut.

Beberapa contoh golongan darah yang dikategorikan langka adalah sebagai berikut,

   1. Golongan Darah Rhesus Negatif

Rhesus adalah sebuah penggolongan atas ada atau tidaknya substansi antigen-D pada darah. Rhesus positif berarti ditemukan antigen-D dalam darah dan rhesus negatif berarti tidak ada antigen-D.

Umumnya, Rhesus posistif dimiliki oleh bangsa Asia. Sementara Rhesus negatif dimiliki oleh bangsa Eropa.

  2. Golongan Darah Parabombay

Dikutip dari ncbi.nlm.nih.gov, situs resmi dari National Center for Biotechnology Information Amerika Serikat, kasus orang dengan golongan darah yang langka pertama kali ditemukan di India. Nama parabombay pun diambil dari Bombay (sekarang Mumbai), nama kota tempat pertama kali kasus tersebut ditemukan.

Dr dr Yuyun Soedarmono, MSc, Direktur Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan bahwa golongan darah parabombay sangat langka donornya di Indonesia.

"Donor yang terdaftar hanya satu orang," ujarnya.
   
   3. Golongan Darah Vel

Bermula pada suatu kasus di tahun 1952, seorang wanita berusia 66 tahun di New York menderita kanker usus besar. Pasien tersebut mendapatkan transfusi darah namun tanpa diduga mengalami penolakan dan berpotensi fatal. Para peneliti menggunakan nama belakang si pasien untuk mengingat kasusnya, yaitu kasus pasien Vel.

Kebanyakan orang di dunia memiliki golongan darah Vel-positif. Diperkirakan ada lebih dari 200.000 orang di Eropa dan lebih dari 100.000 di Amerika Utara yang memiliki golongan darah Vel-negatif. Pada 1 dari 2.500 orang keturunan Eropa yang memiliki Vel negatif lalu menerima transfusi Vel positif, tubuhnya akan mengalami gagal ginjal dan kematian dengan mudah..

"Dasar molekuler dari golongan darah Vel negatif tetap sulit dipahami selama lebih dari 60 tahun, meskipun upayanya cukup intens di seluruh dunia," kata peneliti, Bryan Ballif, seorang ahli biokimia dan spectrometrist massa di University of Vermont, seperti dilansir LiveScience (1/4/2013).

  4. Golongan Darah Langereis (LAN) dan Junior (JR)

Menurut para peneliti, sebagian besar manusia memiliki golongan darah LAN positif atau JR positif. Hanya sebagian kecil yang memiliki golongan darah JR negatif atau LAN negatif, terutama sekali sering ditemukan di wilayah tertentu seperti Jepang.

Menurut penelitian, orang-orang dengan golongan LAN negatif dan JR negatif cenderung sulit mengeluarkan sisa metabolisme obat kanker.

"Penemuan 2 jenis golongan darah ini penting dalam menentukan pengobatan. Kami ingin semua orang tahu golongan darahnya sedetail mungkin untuk mengantisipasi efek samping," kata salah seorang peneliti, Dr Lionel Arnaud dari University of Vermont seperti dikutip dari Menshealth.com.

Golongan Darah Langka Ini Pentingnya Cross Match Golongan Darah Sebelum Transfusi


Berkembangnya ilmu kedokteran memungkinkan terjadinya transfusi darah dari satu orang ke orang lain. Transfusi darah dilakukan jika pasien mengalami kekurangan darah yang banyak, sehingga membutuhkan darah baru dalam waktu cepat.

Namun sebelum mentransfusi darah Anda, ada baiknya anda mengenali golongan darah anda terlebih dahulu. Prof DR dr Karmel L Tambunan,SpPD, KHOM, SACTH dari Rumah Sakit PGI Cikini Jakarta mengatakan bahwa golongan darah dikenali berdasarkan antigen yang ada permukaan sel darah merah.

"Golongan darah A berarti antigennya A, golongan darah B antigennya B, kalau AB berarti ada dua-duanya A dan B, dan O berarti tidak ada antigennya," ujarnya ketika dihubungi detikHealth pada Jumat (20/12/2013)

Namun pada kasus-kasus tertentu ada proses transfusi yang cross-match atau uji silangnya tidak cocok. Hal itu mengakibatkan ditemukannya golongan darah lain selain A, B, AB, dan O.

"Jadi ada yang namanya vel, nah vel itu juga sama seperti rhesus. Ada yang negatif ada yang positif," lanjutnya.

Jika melakukan transfusi darah pada golongan darah vel positif ke vel negatif, dikatan Prof Karmel bahwa hal tersebut dapat menyebabkan kontradiksi yang berbahaya seperti gagal ginjal dan kematian.

Direktur Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) Dr dr Yuyun Soedarmono, MSc, mengakui efek samping transfusi memang bermacam-macam tapi pada dasarnya bisa diatasi. Sebab, sebelumnya juga sudah dilakukan uji kecocokan darah penerima dengan pendonor.

dr Yuyun mengatakan sebenarnya di Indonesia ada prosedur untuk menghindari terjadinya efek samping akibat transfusi darah. Dan karenanya, biaya yang dibutuhkan untuk transfusi pun akan lebih banyak.

"Sebelum transfusi kita kurangi jumlah sel darah putih dalam darahnya pendonor karena biasanya yang menimbulkan reaksi itu antigen dari sel darah putih," papar dr Yuyun.

Selasa, 26 November 2013

Meski Besok Dokter se-RI Kompak Tak Praktik, Puskesmas Tetap Berjalan


Rabu 27 November 2013 besok, dokter se-Indonesia kompak tidak akan berpraktik sebagai wujud solidaritas atas penangkapan dr Dewa Ayu Sasiary Prawani, SpOG dan koleganya terkait dugaan malpraktik. Meski demikian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memastikan layanan di puskesmas dan di RS pemerintah untuk pasien pemegang jamkesmas maupun jamkesda tetap berjalan seperti biasa.

"Kalau untuk di puskesmas tetap ada pelayanan karena seperti surat edaran IDI, kami garis bawahi pelayanan kepada masyarakat miskin tetap dilakukan. Apalagi sebagian besar pasien di puskesmas itu kan berasal dari masyarakat miskin. Selain puskesmas, terutama di RS pemerintah tetap memberikan pelayanan pada pasien yang memiliki jamkesmas dan jamkesda," papar Ketua IDI, Dr Zaenal Abidin, MH, saat ditemui di kantornya, Jl Samratulangi, Jakarta, Selasa (22/11/2013).

Dipaparkan dr Zaenal, pada Rabu besok, para dokter akan datang ke rumah sakit kemudian melakukan perenungan dan doa bersama. Setelah itu mereka diperkenankan pulang ke rumah atau tetap berada di RS namun tanpa memberikan pelayanan seperti biasa. Pelayanan hanya diberikan kepada pasien di unit gawat darurat (UGD) dan pasien miskin.

"Dokter yang visit pada pasien rawat inap akan melakukan visit pagi-pagi sekali. Sebab pasien rawat inap kan sudah terlanjur masuk. Tapi setelah itu ya sudah, mereka tidak akan praktik lagi," sambung dr Zaenal.

Berapa jumlah dokter yang berkomitmen melakukan aksi solidaritas besok? "Kami tidak bisa memastikan, karena itu juga tergantung IDI cabang di tiap daerah masing-masing. Apalagi jumlah anggota IDI ada lebih dari 100 ribu dokter," terangnya.

"Kami mohon maaf untuk aksi besok, karena ini merupakan hal yang paling pahit terkait dengan ketidakadilan yang didapat anggota kami. Karena biar bagaimanapun, suatu organisasi yang anggotanya tidak mendapat ketidakadilan maka kami akan menuntut keadilan itu," tegas dr Zaenal.

Sebelumnya diberitakan dr Ayu dan kedua koleganya divonis bersalah oleh hakim kasasi di Mahkamah Agung (MA). Keputusan ini membalik putusan Pengadilan Negeri (PN) Manado setebal 95 halaman yang membebaskan dr Ayu dkk. Dalam putusan yang dikutip detikcom, ketiga dokter tersebut dipidana karena kealpaannya menyebabkan orang lain meninggal dunia, yaitu pasien Siska Makatey yang melahirkan dengan operasi caesar.

Saat ini, dua dokter yaitu dr Ayu dan dr Hendry Simanjuntak telah dieksekusi jaksa dan masuk ke Rutan Malendeng, Manado. Sedang dr Hendry Siagian masih dalam pencarian. Mereka harus menghabiskan 10 bulan di balik terali besi. Saat ini proses peninjauan kembali (PK) atas kasus tersebut tengah diajukan.

Dokter Indonesia Mogok Praktik? Aksi Solidaritas dr Ayu, Menkes: Masyarakat Harus Mengerti Perasaan Dokter


Rencana aksi demo dokter Rabu (27/11) besok ada yang mengkritik. Namun Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi bisa memahami maksud gerakan tersebut. Dia meminta masyarakat mengerti perasaan para tenaga medis itu.

"Layanan kepada pasien tidak ada yang terlambat, tidak ada yang dirugikan, media dan masyarakat harus mengerti perasaan ini. Jika ada teman kalian ada yang diperlakukan tidak adil seperti itu," kata Nafsiah di kantor presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (26/11/2013).

Meski memberikan dukungan demo, Nafsiah tetap meminta para dokter agar mengutamakan pasien. Dia pun yakin mereka akan melayani masyarakat seperti biasa.

Terkait kasus hukum yang menimpa dr Dewa Ayu, Nafsiah mengaku cukup prihatin dengan putusan Mahkamah Agung. Secara prinsip, dokter pasti ingin menyelamatkan orang lain, bukan untuk membunuh seseorang.

"Dokter Ayu pun demikian, berusaha menolong ibu hamil dan anaknya yang memang sedang gawat," terangnya.

"Sudah ada pemeriksaan, dari PN bebas murni, dari majelis etik semua prosedur telah dilakukan, tidak ada pelanggaran, dari autopsi juga sudah. Inilah kemudian kenapa kok bisa kasasi keputusan MA bersalah," ujarnya heran.

Karena itu, Nafsiah berharap langkah Peninjauan Kembali yang akan diajukan bisa direspons positif oleh hakim MA.

Dokter Indonesia Mogok Praktik? Tak Ada Rencana Demo, Dokter Kandungan di Yogya Besok Tetap Tak Praktik


Yogyakarta, Sebagai bentuk protes, seluruh dokter kandungan se-Indonesia berencana akan menggelar aksi solidaritas terkait kasus kriminalisasi yang dialami sejumlah rekan sejawat mereka di Manado serentak pada besok, Rabu, 27 November 2013. Bagaimana dengan di Yogyakarta?

"Kita baru mau rapat ini tadi. Tapi tidak akan ada aksi. Hanya menunjukkan solidaritas saja," tutur dr Addin Trirahmanto, SpOG, sekretaris Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) DI Yogyakarta, ketika dihubungi detikHealth, Selasa (26/11/2013).

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini pun menegaskan yang ia dan rekan-rekannya esok hari lakukan bukanlah mogok atau libur, tapi hanya tidak berpraktik selama sehari sebagai bentuk dukungan kepada sejumlah dokter di Manado yang mengalami kriminalisasi.

Para dokter kandungan yang berpraktik di rumah sakit tetap masuk seperti biasanya, itu pun hanya menangani pasien emergency atau gawat darurat dan pasien miskin.

"Kita tidak menangani pasien yang elektif, elektif kan artinya tidak emergency. Tidak melakukan kegiatan yang sifatnya bukan emergency. Untuk yang praktik pribadi, kan yang (praktik) di rumah itu tidak emergency ya kita himbau," sambungnya.

Kendati begitu POGI DIY juga tidak bisa melarang atau pun memberikan sanksi apabila ditemukan dokter kandungan yang berpraktik di rumah tetap membuka layanannya.

dr Addin juga mengiyakan jika aksi yang dilakukan segenap dokter kandungan di Yogyakarta hanya sebatas aksi memasang pita hitam maupun tidak melakukan praktik.

Sebelumnya dikabarkan dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani, SpOG dan kedua rekannya divonis bersalah oleh hakim kasasi Mahkamah Agung. Putusan ini membalik putusan Pengadilan Negeri Manado yang membebaskan dr Ayu dan rekan-rekannya itu setelah diduga lalai hingga menyebabkan pasien meninggal dunia.

Saat ini dr Ayu dan salah satu rekannya, dr Hendry Simanjuntak telah dieksekusi di Rutan Malendeng, Manado. Keduanya divonis penjara selama 10 bulan. Sedangkan satu dokter lagi yaitu dr Hendy Siagian masih buron. Proses peninjauan kembali (PK) atas kasus ini pun sedang diajukan.

Minggu, 17 November 2013

Risiko Stroke Turun Jika Jalan Kaki Lebih Lama, Bukan Lebih Cepat

Manfaat olahraga ringan seperti jalan kaki memang telah lama diakui, salah satunya menurunkan risiko stroke. Namun sebuah studi menemukan manfaat itu baru terasa jika seseorang menghabiskan lebih banyak waktu untuk jalan kaki, bukan sekadar jalan cepat saja.

Menurut peneliti hanya dengan berjalan kaki sedikitnya satu hingga dua jam sehari maka risiko stroke pada orang-orang berusia 60-an tahun akan berkurang. Tapi olahraga jalan kaki yang dimaksud bukanlah jalan kaki yang membutuhkan banyak tenaga atau berkecepatan tinggi, melainkan yang biasa saja.

Fakta ini telah dibuktikan peneliti dengan mengamati 3.435 pria berusia 60-80 tahun yang ditanyai tentang jarak yang mereka tempuh untuk berjalan kaki setiap minggunya dan kecepatan yang mereka pakai biasanya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (16/11/2013), ternyata partisipan yang rutin jalan kaki selama 8-14 jam per minggu kemungkinannya sepertiga lebih kecil untuk mengidap stroke ketimbang partisipan yang berjalan kaki kurang dari tiga jam seminggu. Bahkan bagi pria yang berjalan lebih dari 22 jam per minggu, risikonya mencapai dua per tiga lebih rendah.

"Jadi jika Anda terus mengamati 1.000 pria yang rutin jalan kaki 8-14 jam perminggu selama 10 tahun, rata-rata mereka hanya akan mengalami 55 kali stroke, tapi bagi kelompok yang hanya berjalan kaki tiga jam perminggu strokenya bisa sampai 80 kali," terang peneliti Dr Barbara Jefferis dari University College London.

"Itu berarti waktu total yang dihabiskan untuk berjalan kaki dapat memberikan perlindungan yang lebih konsisten melawan stroke daripada kecepatannya; dan secara keseluruhan tampaknya semakin lama waktu yang dihabiskan untuk jalan kaki, maka manfaatnya semakin besar," imbuhnya.

Dr. Shannon Amoils dari British Heart Foundation pun sepakat dengan temuan studi ini dan menimpali, "Berapapun usia Anda, penting untuk tetap aktif sepanjang hari. Dan studi ini memperlihatkan bahwa jalan kaki setiap hari dapat membantu mengurangi risiko stroke Anda. Setidaknya olahraga rutin, bahkan seperti jalan-jalan di taman saja bisa jadi cara efektif agar seseorang tetap sehat."


Sumber : Detik Health

Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua yang Punya Anak dengan Autisme

Memang tak mudah bagi orang tua untuk membesarkan anak dengan autisme. Sewaktu-waktu bisa saja orang tua mengalami kegoyahan mental dalam menghadapi kondisi buah hatinya. Lelah, stress, bahkan depresi merupakan hal-hal yang bisa dialami.

Menurut psikolog RA. Oriza Sativa, S.Psi, Psi, CH,CCR, hal ini memang lumrah dirasakan orang tua sebagai beban psikologis. Perilaku anak autistik yang cenderung tidak bisa diprediksi terkadang bisa membuat orang tua stres. Selain itu, karena autisme merupakan gangguan pervasive yang berlangsung sepanjang hidup, seringkali membuat orang tua putus asa dan merasa apa yang dilakukannya sia-sia.

"Puncaknya terutama saat anak masuk masa pubertas di mana dia juga kurang memiliki social skill. Tapi, beban psikoogis orang tua bisa diminimalisir dengan beberapa cara," kata Oriza dalam acara Talk Show 'Biomarker Skrining untuk Autisme: Sebuah Langkah Besar untuk Pendeteksian Berbasis Ilmiah' di RSIA Grand Family, Penjaringan, Jakarta Utara, dan ditulis Minggu (17/11/2013).

Orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter, minum obat dan vitamin yang diperlukan, terutama bagi orang tua yang memiliki penyakit seperti darah tinggi dan diabetes, makan makanan bergizi, istirahat cukup, mengalihkan stress dengan hobi, rekreasi, meditasi, curhat, serta berkonsultasi dengan psikolog jika diperlukan.

"Ibadah juga penting ya karena dengan kita berdoa pada Tuhan, kita akan merasa lebih tenang dan kita bisa mensugesti diri kita untuk lebih berpikir positif. Perilaku individu autistik yang beragam dan susah diprediksi jelas menimbulkan beban makanya kalau tidak ditangani secepatnya bisa mengakibatkan stress berkepanjangan bahkan depresi," jelas Oriza.

Selain beban psikologis, orang tua yang mempunyai anak dengan autisme juga bisa merasakan beban substansial. Misalnya masalah finansial seperti biaya terapi, konsultasi dokter, obat, serta suster. Belum lagi mencari terapis dan sekolah untuk anak autistik pun susah-susah gampang. Selain itu, Oriza mengatakan kecemburuan dari saudara kandung bisa jadi beban tersendiri untuk orang tua.

"Maka dari itu sebaiknya jangan sampai saudara kandung yang lain diabaikan. Penting juga bagi orang tua untuk memberi tahu mereka bahwa saudaranya spesial sehingga membutuhkan perhatian khusus. Tapi tetap orang tua harus memperhatikan mereka juga ya," kata Oriza

Sumber : DetikHealth

Jumat, 15 November 2013

3 Langkah Cegah Infeksi Penyakit di Rumah



Rumah adalah tempat bernaung beberapa anggota keluarga sekaligus tempat kegiatan dimulai dan diakhiri. Karena itu, tak heran jika banyak orang menganggap rumah adalah lokasi yang paling bersih dan nyaman.
 
Namun kenyataan berkata lain. Rumah merupakan lokasi yang memungkinkan terjadinya berbagai infeksi. "Sayangnya hanya 11 persen masyarakat yang menyadari rumah adalah sumber infeksi. Sedangkan 65 persen lainnya menganggap sumber infeksi terbesar adalah transportasi umum," kata anggota The Global Hygiene Council 2013 dari Indonesia, Dr. Hindra Irawan Satari, menggunakan data yang berasal dari survei bertajuk Global Infection Challenge.
 
Rumah di Indonesia dihuni lebih banyak orang daripada di belahan bumi Eropa. Akibatnya bila satu orang terkena flu atau diare, penyakit tersebut sangat mudah menular kepada penghuni rumah lain. Kondisi ini bisa dicegah, jika seluruh penghuni rumah menjaga kebersihan.
 
Menurut Hindra sedikitnya ada tiga kegiatan yang bisa dilakukan penghuni, untuk menjaga kebersihan rumah. Berikut kegiatannya
 
1. Rutin cuci tangan
 
"Ada lima jenis kegiatan yang mengharuskan cuci tangan. Tiga di antaranya adalah sebelum dan sesudah makan, serta usai buang air," kata Hindra. Cuci tangan harus menggunakan sabun dan air mengalir.
 
Sabun, akan meluruhkan dinding pada sel bakteri, sehingga membuatnya mudah bereaksi dengan komponen disinfektan. Selanjutnya air mengalir akan membersihkan organ dari sisa-sisa bakteri pengganggi.
 
2. Sering ganti lap rumah tangga
 
"Lap terutama yang di dapur harus sering diganti. Idealnya tiap lap hanya digunakan sekali," kata Hindra. Lap harus segera diganti bila telah dua kali digunakan.
 
Cara mencuci lap juga tidak bisa asal. Hindra menyarankan lap direbus terlebih dulu dalam suhu 60 derajat celcius. Selanjutnya lap bisa dicuci menggunakan deterjen dan air mengalir.
 
Perebusan merupakan tahap awal membunuh kuman. Selanjutnya, penggunaan deterjen akan menurunkan tegangan permukaan air, sehingga kuman lebih cepat terlepas dari lap. Setelah itu, lap dibilas menggunakan air mengalir untuk mengusir kuman sejauh mungkin.
 
3. Rutin membersihkan tumah 
 
Rumah harus dibersihkan minimal dua kali sehari. Saat membersihkan rumah gunakan cairan disinfektan yang sesuai.
 
Cairan disinfektan memang tidak membunuh bakteri 100 persen. Namun cairan ini menekan risiko penularan infeksi, sehingga penghuni rumah tetap sehat. Bila tidak ada cairan disinfektan, Hindra menyarankan penggunaan deterjen.
 
Untuk warga dengan kualitas air yang dipertanyakan, Hindra menyarankan, untuk merebus air terlebih dulu. Terutama bila air hendak digunakan untuk mandi atau mencuci.

Ketika Karang Gigi Tak Kunjung Dibersihkan, Ini yang Terjadi


 Merawat dan membersihkan gigi secara rutin memang merupakan hal yang sangat penting, namun masih sering disepelekan. Salah satunya adalah membersihkan karang gigi. Karang gigi yang tak rutin dibersihkan selain membuat penampilan gigi menjadi tak indah, juga bisa menimbulkan masalah lainnya. 

Karang gigi bisa menjadi salah satu penyebab dari beberapa penyakit rongga mulut seperti radang gusi (gingivitis) dan bau mulut (halitosis). Jika Anda memiliki pH air liur yang tinggi yaitu di atas 7 atau bersifat basa, maka Anda perlu menjaga kebersihan gigi lebih ketat. Sebab dengan kondisi tersebut Anda menjadi lebih mudah mengalami karang gigi. Bagaimana karang gigi terbentuk?

Awalnya dimulai dengan pembentukan plak, yaitu sisa makanan yang menempel di permukaan gigi. Plak yang semakin menumpuk jika tidak dibersihkan akan bercampur dengan timbunan kalsium, yang bersumber dari air ludah dan cairan gusi. Semua ini pada akhirnya akan mengeras sehingga menjadi karang. 

Salah satu efek yang ditimbulkan oleh karang gigi adalah radang gusi dan bau mulut. Sebab plak atau sisa makanan yang menumpuk akibat kurang menjaga kebersihan gigi akan membusuk, sehingga bakteri kemudian akan berkembang biak pada area tersebut.

Cara terbaik mengatasi radang gusi adalah dengan menghilangkan faktor penyebabnya, dalam hal ini si karang gigi tersebut. Perlu Anda ingat, karang gigi tidak dapat hilang begitu saja hanya dengan menggosok gigi atau berkumur. Karang gigi hanya dapat dihilangkan dengan alat khusus dan bisa dilakukan hanya oleh dokter gigi.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mengunjungi dokter gigi secara rutin. Dokter gigi akan memeriksa apakah di mulut Anda terdapat karang gigi atau karies. Jika memang ada, maka akan dibersihkan dengan cara yang tepat. Setelah itu, berkonsultasilah dengan dokter gigi mengenai frekuensi yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi berikutnya sesuai kondisi kesehatan mulut Anda.

"Saya sangat menyarankan bersihkan karang gigi itu paling tidak 6 bulan sekali, meskipun kadang ada juga yang sebelum 6 bulan sudah datang dan mau membersihkan karang giginya lagi," ujar Prof Dr Lindawati. S Kusdhany, drg., Sp.Pros(K), dokter gigi spesialis prostodonsia yang kini juga aktif sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Kedokteran Gigi UI, kepada detikHealth, Jumat (15/11/2013).

Selasa, 12 November 2013

Yuk, Hindari Diabetes dengan 30 Menit Jalan Kaki Tiap Hari


Olahraga sangat penting bagi pasien diabetes sebagai salah satu pengontrol kadar gula darahnya. Namun bagi mereka yang belum terkena diabetes, olahraga juga tetap penting sebagai pencegahan. Salah satu olahraga yang bisa dilakukan untuk menghindarkan diri dari diabetes adalah jalan kaki 30 menit setiap hari.

"Yang dianjurkan 30 menit jalan kaki, dilakukan 5 hari dalam seminggu. Jalannya bisa cepat, bisa pelan, atau bisa juga running," kata Ketua Persatuan Diabetes Indonesia, Prof Sidartawan Soegondo, MD, PhD, FACE, dalam peringatan Hari Diabetes Dunia yang digelar oleh PT Kalbe Farma Tbk di Lapangan Banteng, Jakarta, dan ditulis pada Senin (11/11/2013).

Jika tidak memiliki waktu di pagi hari untuk melakukan jalan kaki, maka aktivitas ini bisa dilakukan pada malam hari. Tak hanya itu, jalan-jalan di mal juga bisa membantu. Tapi sebaiknya saat jalan-jalan di mal bawalah uang sesedikit mungkin agar Anda tidak tergoda untuk berhenti di tempat penjual makanan.

"Jalan-jalan bisa jadi menyenangkan kalau dilakukan bersama-sama degan pacar, cucu, istri, suami. Dan ini bisa dilakukan kapan saja," sambung Prof Sidartawan.

Menurutnya waktu 30 menit yang digunakan untuk berjalan kaki tersebut bisa dibagi dalam 2 interval. Asalkan dilakukan dengan konsisten, pasti jalan kaki bisa memberi manfaat.

"Saya pernah punya pasien yang katanya sudah olahraga 5 jam dalam sehari tapi gula darahnya tetap tinggi. Saat dicari tahu olahraga apa yang dilakukan, ternyata olahraganya catur. Padahal seharusnya olahraga fisik, dan itu harus dilihat juga jenis dan usia yang melakukannya," tutur Prof Sidartawan.

Jika Anda ke mana-mana selalu diantar sopir pribadi atau mengandalkan ojek untuk mencapai rumah Anda, mungkin mulai saat ini perlu ada sedikit perubahan yang perlu Anda lakukan agar lebih sehat. Caranya adalah dengan meminta sopir atau penyedia jasa ojek menurunkan Anda beberapa meter dari rumah Anda. Nah, beberapa meter itu sudah sangat berguna untuk membuat kaki Anda melangkah lebih lama.

"Kalau diturunkannya sudah dekat rumah, sempatkan untuk jalan memutar, baru pulang ke rumah," ucap Prof Sidartawan memberikan kiat.

 Sumber : Detik Health

Selain Sakit Jantung, Pasien Diabetes Juga Berisiko Kena 2 Penyakit Ini


 Penyakit diabetes tidak hanya berisiko menimbulkan penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke. Pasien diabetes kemungkinan besar juga berisiko terkena retinopati diabetik, kerusakan mikrovaskular pada retina dengan gejala penurunan kemampuan penglihatan. 

Selain itu, diabetes mellitus juga menyebabkan periodontitis, yakni sejumlah penyakit peradangan yang mempengaruhi jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi. "Periodintitis juga sering disebabkan karena komplikasi penyakit gula. Gejalanya, gigi mudah lepas atau goyang meski gigi tersebut tidak berlubang dan keropos," kata dokter gigi spesialis konsultan bedah perio & Estetik Gigi, Dr drg. Ahmad Syaify di sela-sela acara pengabdian pada masyarakat dalam rangka Dies Natalis UGM ke 64, Selasa (12/11/2013).

Menurut dia salah satu tandanya adalah gigi mudah lepas dan goyang. Hal itu menunjukkan penderita sudah terkena penyakit gula.
Penyakit gula lanjut dia, sudah mengganggu saluran pembuluh darah kecil di sekitar gusi. Akibatnya gigi mengalami peradangan. Padahal jika terjadi radang, tingkat kadar gula darah pada penderita diabetes akan meningkat. 

"Yang harus diingat penyakit diabetes tidak boleh kena radang. Bila periodintitis sudah menyebabkan radang, maka status kadar gula darah sulit dikendalikan," katanya.

Sementara itu dokter spesialis mata, Fakultas Kedokteran (FK) UGM, dr Firman Setya Wardhana, Sp.M, M.Kes menambahkan risiko komplikasi diabetes pada gangguan mata kurang diperhatikan oleh pasien diabetes. Akibatnya, pasien yang datang ke RSU Dr Sardjito banyak ditemukan mengalami retinopati diabetik stadium lanjut. "Bila sudah demikian, tingkat kesembuhannya juga sangat sangat sulit," ungkap Firman.

Oleh karena itu, dia menganjurkan bagi mereka yang sudah terdeteksi kena penyakit diabetes dianjurkan untuk segera memeriksakan matanya pada dokter spesialis mata untuk ditanggulangi lebih awal. "Dengan screening lebih awal kita bisa mendeteksi sejak dini dan bisa mengedukasi pasien," sambungnya.

Menurut dia, deteksi dini retino diabetik ini dilakukan lewat empat tahapan pemeriksaan, yakni pemeriksaan ketajaman penglihatan, dan pemeriksaan tekanan bola mata yang bertujuan menghindari risiko pada peyakit glukoma. Selanjutnya, pemeriksaan foto retina dan pemeriksaan gizi lewat mengkur indeks masa tubuh.

Penderita retinopati diabetik ringan bisa disembuhkan lewat kontrol kadar gula darah. Untuk penderita stadium berat, disarankan untuk laser retina. Sedang untuk stadium paling berat biasanya terjadi pendarahan atau muncul jaringan ikat di retina. 

"Satu-satunya cara lewat operasi untuk disedot darahnya

Sumber : Detik Health

Jumat, 08 November 2013

Mencampur Beberapa Ramuan Jamu dalam Satu Gelas, Amankah?


Saat membeli jamu, pembeli seringkali meminta penjual jamu untuk mencampurkan beberapa ramuan untuk diminum sekaligus. Pedagang pun dengan senang hati menuang-nuangkan beberapa jenis jamu dalam gelas. Tak hanya sesama jamu, ada pula pedagang jamu yang mencampurnya dengan obat-obat berbahan kimia. Tujuannya tentu saja, agar kita dapat memperoleh khasiat-khasiat semua ramuan itu dalam sekali tenggak. Tapi, benarkah demikian?

"Kalau asal mencampur, ada reaksi antar zat jamu dengan unsur lain yang bisa saling meniadakan khasiat satu sama lain. Ada juga yang saling menguatkan dampak negatifnya, sehingga jadinya malah buruk untuk kesehatan. Makanya tidak boleh sembarangan," dr Aldrin Nelwan, Sp.AK., MARS., M.Kes., M.Biomed, ahli obat-obatan tradisional dari Rumah Sakit Kanker Darmais, Jakarta.

Dalam materinya, dr Aldrin menyampaikan beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi pada tubuh jika mengonsumsi campuran jamu yang salah, apalagi yang dicampur dengan obat kimia. Menurutnya, interaksi antar zat dalam jamu dan obat kimia dapat mempengaruhi fungsi penyerapan nutrisi dalam lambung dan usus.

Selain itu, bisa juga mengganggu fungsi distribusi, keseimbangan metabolisme tubuh, dan saluran pembuangan. Hal ini ia sampaikan dalam acara Pendampingan Pelaku Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR) di ruang Avara, Epicentrum Walk, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Jumat (8/11/2013).

"Keparahan dampak interaksi terhadap kesehatan itu bisa sampai kematian," sebut dr Aldrin.

dr Aldrin juga memberikan beberapa contoh bahan ramuan jamu yang tidak boleh dicampurkan. Menurutnya, interaksi antar zat tersebut akan saling meniadakan khasiat. Berikut beberapa contohnya:

1. Daun Jati Cina dan Daun Teh

Bahan ini bekerja pada saluran cerna. Daun jati cina bermanfaat untuk memperlancar buang air, sementara daun teh untuk menghambat rangsangan buang air.

2. Valerian dan Biji Pala

Keduanya bekerja pada saraf tidur, namun sifatnya bertolak belakang.

3. Bawang Putih dan Kurkumin

Campuran kedua zat ini berpengaruh pada hati. Bawang putih mengaktifkan enzim, sementara kurkumin sebaliknya.

4. Daun Kumis Kucing dan Makanan Mengandung Kalium

Kombinasi kedua zat ini akan membuat otot ‘bingung’. Daun kumis kucing melemaskan otot, sementara kalium menguatkan kontraksi otot.

Ibu Hamil dan Bayi Aman Meminum Jamu, Asal...


Jamu adalah continuum of care. Demikian istilah para pakar dunia obat-obatan tradisional. Istilah tersebut mengisyaratkan bahwa jamu adalah minuman kesehatan yang baik untuk manusia dari segala usia. Namun sayangnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seseorang apabila ingin mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari mengonsumsi jamu. Misalnya kondisi usia, kondisi kesehatan, dan lain-lain.

"Sejak bayi dalam kandungan, hingga sudah manula, semuanya ada ramuan jamunya untuk menjaga kesehatan. Tapi kalau bayi, sebaiknya setelah masa ASI eksklusif selesai. Ya usia 6 bulan ke ataslah," sebut dr Aldrin Nelwan, Sp.AK., MARS., M.Kes., M.Biomed, ahli obat-obatan tradisional dari Rumah Sakit Kanker Darmais, Jakarta, dalam acara Pendampingan Pelaku Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR) di ruang Avara, Epicentrum Walk, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Jumat (8/11/2013).

dr Aldrin juga mengatakan ibu hamil pun boleh mengonsumsi jamu. Namun ibu itu harus paham betul, ramuan jamu apa yang ia konsumsi, dan apa tujuannya bagi diri dan kandungannya. dr Aldrin mengisahkan sebuah peristiwa di Yogyakarta. Seorang ibu hamil rajin meminum jamu cabe puyang, bahkan hingga trimester akhir masa kehamilannya. Akibatnya ia menjadi susah kontraksi saat melahirkan. Ternyata, menurut dr Aldrin, jamu cabe puyang berkhasiat untuk menghambat kontraksi, yang sebaiknya diminum hanya saat awal masa kehamilan untuk menurunkan risiko keguguran.

Meracik dan mengonsumsi jamu, imbuh dr Aldrin, memang susah-susah-mudah. Untuk menghindari terjadinya peristiwa di atas, dr Aldrin mengatakan ada komposisi formula yang harus diperhatikan. Yang pertama, bahan penyusun ramuan tidak toksis atau bersifat racun. Kedua, bahan yang digunakan tidak salah.

Ketiga, dosis atau takaran bahan dihitung secara tepat, bukan asal-asalan atau berdasarkan perkiraan. Keempat, cara penggunaannya tepat, sesuai dengan sediaannya. Misalnya serbuk untuk diseduh, salep untuk dioleskan, tablet untuk diminum, dan lain-lain. Dan terakhir, waktu penggunaannya tepat. Artinya tidak semua orang dari semua usia dan segala kondisi bisa mengonsumsi semua jenis jamu.

"Sekarang tergantung, pengguna atau konsumen jamu harus kritis. Jangan mau-mau saja mengonsumsi sembarang jamu di sembarang waktu," pungkas dr Aldrin.

Sumber : Detik Health

Ingat, Jamu Tidak Mengobati Sakit Tapi Menjaga Kondisi Sehat


Paranggupito
Salah satu hal yang membuat seseorang enggan mengonsumsi jamu untuk kesehatannya, adalah khasiat jamu yang tidak dapat secara serta merta dirasakan. Beberapa prinsip dasar penggunaan jamu adalah mempertahankan tingkat kesehatan, menenangkan sistem tubuh, dan melakukan restorasi fungsi tubuh.

"Jamu tidak mengobati. Jamu berbeda dengan obat dari dokter. Obat dari dokter bekerja saat seseorang sakit. Jamu bekerja saat orang sehat, tujuannya untuk menjaga kondisi sehat tersebut," ungkap dr Aldrin Nelwan, Sp.AK., MARS., M.Kes., M.Biomed, ahli obat-obatan tradisional dari Rumah Sakit Kanker Darmais, Jakarta. Hal itu ia sampaikan dalam acara Pendampingan Pelaku Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR) di ruang Avara, Epicentrum Walk, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Jumat (8/11/2013).

Onset atau reaksi tercepat suatu ramuan jamu terhadap kesehatan seseorang adalah 24 jam, imbuh dr Aldrin. Sementara itu, onset yang lambat bisa berlangsung hingga beberapa hari, bahkan minggu. Ada tiga ketegori reaksi tubuh terhadap ramuan jamu. Pertama, healing crisis. Saat mengalami ini, kondisi kesehatan tubuh seolah-olah bertambah buruk. Jika perburukan terjadi hanya selama kurang dari 24 jam, berarti jamu sedang bekerja. Namun jika lebih dari itu, bisa jadi tubuh tidak sesuai dengan ramuan jamu yang dikonsumsi. 

Reaksi kedua adalah aggravasi, yaitu reaksi perbaikan yang perlahan dan terus berlanjut. Ini menandakan, jamu memang tidak manjur untuk kesehatan. Reaksi ketiga adalah ameliorasi, atau reaksi positif. Pada reaksi ini, kondisi kesehatan tubuh langsung membaik, tanpa didahului proses perburukan. Ini menandakan, ramuannya sesuai dengan kebutuhan tubuh.

"Kalau efek jamu dirasa cepat, harusnya konsumen curiga. Karena jamu tidak bisa begitu. Tapi berbeda orang memang berbeda-beda pula reaksinya terhadap jamu. Bisa tergantung berat badannya, imunitasnya, dan lain-lain," ucap dr Aldrin.

Konsumsi jamu ternyata juga tidak dapat diukur menggunakan ukuran-ukuran seperti obat-obatan kimia dari dokter. Misalnya, kalau minum obat dari dokter kita diminta 3 kali sehari setiap setelah makan. Nah, menurut dr Aldrin, konsumsi jamu tidak bisa dipastikan seperti itu. Sebab, selama ini khasiat konsumsi jamu hanya dibuktikan secara empirik oleh masing-masing produsen jamu, bukan berdasarkan ketetapan pihak tertentu.

Detik Health

Rabu, 06 November 2013

Obat Palsu Beredar di Mana Saja?


Bagi pasien penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, minum obat seumur hidup menjadi keharusan untuk 'menyambung' nyawa. Sayangnya, ada saja oknum tak bertanggung jawab yang memalsukan obat-obat penting tersebut. Bukannya mengobati, obat palsu justru dapat memberikan bahaya lain. Lantas di mana saja obat palsu sering beredar?

Suatu obat dikatakan palsu bila tidak memiliki izin edar atau nomor izin edar tidak sesuai dengan sesuai dengan yang terdaftar di Badan POM. Bila sudah terbiasa mengonsumsi, maka obat palsu dapat dikenali dari bentuk, warna, rasa atau tekstur obat dan kemasannya yang tidak seperti biasanya, serta tidak mencantumkan nama dan alamat produsen.

"Palsu itu namanya sama, meniru merek yang ada. Lalu nama belum terdaftar di badan POM, itu bisa dikatakan ilegal juga. Isi obatnya juga tidak sesuai yang tertera di tabel," ujar Dra. A Retno Tyas Utami, Apt, M.Epid, Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA BPOM, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (6/11/2013).

Menurut Retno, obat-obat palsu tersebut kini banyak dijumpai pada penjualan 'door to door' atau penjual obat keliling, yang bisa ditelepon untuk pemesanan, tapi tidak jelas asal-usul obatnya. Obat yang dijual secara online juga patut diwaspadai, karena sebenarnya di Indonesia tidak diizinkan adanya farmasi online atau dagang obat secara online.

"Apotek bisa kemasukan obat palsu kalau tidak tertib. Maka dari itu kita sangat menghimbau supaya apotek-apotek membeli barang dari pedagang besar yang resmi," tambah Retno.

Tidak tertib artinya apotek mengambil pasokan obat bukan dari sumber resmi yaitu pedagang besar farmasi yang memiliki izin. Karena itu, lanjut Retno, apotek tidak diperbolehkan membeli obat dari orang atau pedagang obat yang tidak jelas.

"Kita beri edukasi kepada organisasi profesi termasuk Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Namun hanya saja sekarang itu banyak apotek yang punya lebih kuasa, tapi menurut saya itu menjadi tanggung jawab apoteker untuk lihat barang yang dipasok," tutupnya.

Sumber : Detik Health

Jangan Tergiur Harga Murah, Ini Efeknya Menggunakan Obat Palsu



Memasukkan zat apapun ke dalam tubuh jika dosis dan kandungannya tidak tepat bisa menimbulkan efek berbahaya, termasuk obat. Efek ini tentu akan semakin buruk jika obat yang diminum justru palsu. Apa saja yang bisa diakibatkan jika tanpa disadari mengonsumsi obat palsu?

"Bahaya pakai obat palsu itu pasti enggak sembuh penyakitnya, kalau udah jadi racun di tubuh bisa menimbulkan efek komplikasi dan penyakitnya bisa makin parah," ujar Dra A. Retno Tyas Utami, Apt, M.Epid, Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (6/11/2013).

Oleh sebab itu, menurutnya apoteker memiliki tugas penting untuk mewaspadai setiap obat yang didistribusikan ke apoteknya. Apoteker harus bisa memastikan dari sumber mana saja obat tersebut datang agar bisa dipertanggung jawabkan. Selain itu, apoteker juga harus melakukan praktik kefarmasian, di antaranya mengecek tanggal kedaluwarsa. 

"Kalau sudah dekat (tanggal kedaluwarsa) segera kembalikan ke distributornya, kalau pedagang resmi dia mau kok dikembalikan obatnya," tutur Retno.

Sependapat dengan Retno, Drs M. Dani Pratomo, MM, Apt, Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), menegaskan bahwa apotek harus mengikuti prosedur dari Kemenkes RI. Di mana pengadaan obat harus dilakukan dengan membeli di sumber resmi agar apotek bisa meminta tanggung jawab jika ada keluhan dari konsumen.

Widyaretna Buenastuti, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), menegaskan kepadadetikHealth bahwa penggunaan obat palsu sangat berbahaya bagi kesehatan. Ia menganjurkan masyarakat membeli obat hanya di apotik, meskipun ia sendiri mengakui apotik masih bisa kecolongan obat palsu.

"Ibaratnya rumah sudah digembok kan masih bisa juga kemalingan, sama seperti itu. Apalagi proses distribusi obat itu kan panjang ya, makanya bisa saja dari 5 boks obat ada 1 yang diganti dengan obat palsu. Yang pasti itu dilakukan oleh oknum yang ingin dapat untung," terang Widya.

Lantas apa sebenarnya efek buruk penggunaan obat palsu bagi tubuh? Menurut Dani, penggunaan obat palsu 1 kali mungkin tak ada efeknya. Lain halnya jika penggunaannya berkali-kali. Bisa saja penyakitnya tidak sembuh, misalnya pasien hipertensi atau diabetes. Kadar darah tinggi atau gula darah akan terus meningkat atau bahkan merembet pada masalah kesehatan lainnya, bergantung dari zat apa yang dipakai.

Banyak orang lebih memilih untuk tetap membeli obat di kios pinggir jalan karena tergiur harganya yang lebih murah. Padahal harga yang murah tak menjamin kualitas obat tersebut. 

"Saya himbau masyarakat jangan tergiur harga murah. Hanya memperhitungkan beda harga beberapa ribu tapi nanti akibat yang ditimbulkan justru bikin kita bisa mengeluarkan uang lebih banyak dari beda harga itu tadi. Ada obat asli harganya Rp 10 ribu, lalu ada yang jual Rp 5 ribu dibeli tapi nanti sakit berobat sampai ratusan ribu kan jatuhnya lebih mahal yang palsu," tutur Widya.

Sumber : Detik Health

Obat Rusak Padahal Belum Kedaluwarsa? Ini Penyebabnya


Sebagian orang kerap memiliki kebiasaan menyimpan obat. Hal itu memang sah-sah saja dilakukan apalagi jika obat tersebut belum kedaluwarsa. Tapi jangan salah, ada juga lho obat yang sudah rusak dan tak layak pakai meskipun belum memasuki tanggal kedaluwarsa.

Menurut Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dra. A Retno Tyas Utami, Apt, M.Epid, obat yang belum kedaluwarsa tapi sudah rusak bisa disebabkan karena cara penyimpanannya yang tidak sesuai.

"Penyimpanannya nggak sesuai aturan, bukan di suhu ruangan tapi di suhu panas yang kena matahari langsung. Kena hujan juga bisa bikin lebih cepat rusak. Fisiknya juga sudah berubah bisa dilihat dari warnanya misal yang tadinya putih jadi kuning," papar Retno dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis Rabu (6/11/2013).

Pernyataan Retno diamini Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Drs M. Dani Pratomo, MM, Apt. Ia menuturkan stabilitas obat memang dipengaruhi cara penyimpanannya. Meskipun tertera tanggal kedaluwarsanya masih dua tahun lagi, tapi obat bisa saja rusak.

"Misalnya obat batuk sudah dikonsumsi, terus dibiarkan lalu warna dan baunya berubah itu sudah indikasi bahwa obatnya rusak. Oleh karena itu untuk penyimpanan, perhatikan petunjuknya" kata Dani.

Sebaiknya, simpan obat di suhu ruangan, jangan di tempat yang terkena matahari langsung. Hal itu bisa menurunkan kandungan obat. Akibatnya, obat tidak bisa bekerja sesuai dengan khasiat yang diinginkan.

Selain karena cara penyimpanan yang tak sesuai petunjuk, obat juga dinyatakan rusak ketika sudah memasuki tanggal kadaluwarsa. Oleh karena itu, menurut Retno penting bagi konsumen untuk rutin mengecek tanggal kadaluwarsa obat yang disimpan.

"Kalau obat kedaluwarsa sudah pasti rusak maka sebaiknya dibuang saja. Karena sudah terjadi penurunan kandungan obat sehingga dosisnya tidak akurat lagi dan efek terapinya tidak maksimal, justru bisa menimbukkan efek lain seperti mual dan iritasi sebagai bentuk penurunan dari reaksi metabolisme obat tadi," jelas Retno.

Hal ini diamini Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), Widyaretna Buenastuti. "Kalau obat rusak sudah pasti khasiatnya tidak sama dan bisa jadi racun. Sedangkan obat yang expired sudah pasti khasiat, keamanan, dan kualitasnya sudah turun. Maka dari itu kenapa obat harus ada tanggal kedaluwarsanya," kata Widya.

Sumber : Detik Health